Header Ads

BPJS Cabang Bima Kembali Gelar Media Gathering


Kota Bima, Garda Asakota.-

         Media Gathering BPJS Cabang Bima kembali dilaksanakan seperti tahun sebelumnya. Dalam kegiatan kali ini banyak hal  yang telah dilaksnakan antara lain mengundang jajaran Pondok Pesantren (Ponpes), Imam Syafi'i Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima untuk buka bersama di aula kantor BPJS,  kemudian membagikan 400 takjil kepada masyarakat di depan kantor BPJS, Selasa (13/06/17).

         Selain itu, ada juga kegiatan buka bersama insan pers baik media elektronik, cetak maupun online di BBA Panda Kabupaten Bima yang juga turut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bima beserta seluruh jajarannya bersama seorang Narasumber Psikolog Klinis dari Surabaya. "Tahun lalu kami sudah laksanakan kegiatan yang sama dengan menggelar berbagai lomba," ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bima, Elly Widiani.

         Diakuinya, pihaknya sengaja memilih kegitan Media Gathering di bulan yang penuh berkah ini karena ingin kembali menyamakan lagi pikiran dan hati agar bisa menjadi lebih baik. "Karenanya hari ini kami hadirkan seorang Nara sumber yaitu Psikolog yang nantinya akan memyampikan materi tentang bagaimana berkomunikasi yang dengan siapapun yang menjadi stakeholder yang berhubungan dengan  BPJS termasuk Insan Pers," jelasnya'

         Secara khusus menyampaikan terimakasih kepada Insan media yang telah hadir dalam undangannya, walau di tengah kondisi cuaca hujan dan dingin seperti ini masih sempatkan diri untuk hadir memenuhi undangan Bukber Media Gathering BPJS. "Semoga ini adalah sebuah pertanda yang baik bahwa kedepannya kerjasama antara BPJS dan Insan Pers semakin erat," harapnya.
 
        Sementara itu Narasumber yang hadir pada Media Gathering, Ibu Nelly, yang merupakan seorang Psikolog Klinis asli Bima tinggal di Surabaya tetapi sekarang sudah setahun menetap di Bima dan membuka layanan konsultasi tentang Psikologi tepatnya samping Bima FM. "Kami buka layanan konsultasi Psikolog di Bima yang mungkin orang kebanyakan masih berasumsi bahwa Psikolog itu adalah orang yang menangani maslah gangguan jiwa, padahal tidak," katanya.

          Sebagai seorang Psikolog klinis dirinya berposisi sebagai seorang yang belajar bagaimana cara  membaca pikiran seseorang baik secara perilaku maupun emosionalnya melalui Gestur atau mikro expresion. Namun, kata dia,sebelum melangkah ke hal tersebut alangkah lebih baiknya kita mengenal sosok kita sendiri sebagai seorang media atau sebagai apapun juga dengan melihat apa kelebihan dan kekurangan diri kita.

         "Untuk mengetahui atau mengetest perilaku orang orang yang selama ini sering saya lakukan adalah saya menyuruh mereka menulis 10 kekurangan dan 10 kelebihannya namun ternyata cara tersebut telah membuat banyak manusia bingung karena jarang diantara kita ini yang mengintrospeksi diri sehingga kalau kita mampu melewati tahap itu maka kita akan mampu berinteraksi dengan orang lain secara baik sesuai dengan filosofi China. Kalau kamu mampu mengenal dirimu sendiri maka kamu pasti menang dalam berinteraksi dengan orang lain," paparnya.
 
         Diapun kembali mengajak peserta agar kembali mengenali diri secara jelas. "Bagaimana diri kita,bagaimana karakter kita serta bagaimana pula kepribadian kita lalu kita tulis listnya seperti apa, baru kita action berkomunikasi dengan orang lain berinterkasi dengan orang lain.  Karena dalam hal ini kita untuk  memiliki kecerdasan emosional yang baik yaitu sebuah kecerdasan yang mampu memahami kondisi sosial di sekitarnya," pungkasnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.