Header Ads

Tuntut Perhatian Pemda, Penghuni Asrama Bidom Gedor Kantor Dewan

Foto:Suasana demo Koalisi Pengurus Asrama Mahasiswa Bima dan Dompu di Kantor DPRD NTB, Senin (15/05). 







Mataram, Garda Asakota.-

Sejumlah aktivis Mahasiswa Bima dan Dompu penghuni asrama Mahasiswa Bima dan Asrama Mahasiswa Dompu melakukan aksi di Kantor DPRD Provinsi NTB, Senin (15/05), menggedor Kantor Dewan untuk meminta perhatian terhadap kondisi asrama mahasiswa Bima dan Dompu yang sudah hampir beberapa tahun ini tidak pernah mendapat perhatian dari pihak Pemda Kabupaten Dompu maupun Pemda Kabupaten Bima.

Setelah melakukan orasi selama kurang lebih tiga puluh menit, kehadiran mereka langsung disambut oleh dua orang anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima) yakni H. Wahidin HM. Noer, SE., (Golkar) dan H. Nurdin, SH., (Golkar).
Foto:H. Wahidin HM. Noer, SE., (Golkar) dan H. Nurdin, SH., (Golkar) saat menerima kehadiran delapan orang perwakilan Asrama Bima dan Dompu 
Dihadapan kedua anggota Dewan tersebut, Ketua Asrama Mahasiswa Bima, Ramadhan Ubha, mengungkapkan aspirasi mereka terkait dengan ketiadaan anggaran dari Pemda Kabupaten Bima dalam menunjang perbaikan fasilitas dan sarana di Asrama Mahasiswa Bima. “Selama enam tahun, kami tidak pernah mendapatkan bantuan anggaran dari pihak Pemda Kabupaten Bima. Kami sangat berharap kepada Lembaga Dewan ini, khususnya anggota Dewan dari Dapil VI dapat menjembatani aspirasi kami ini untuk disampaikan kepada pihak Pemda Kabupaten Bima,” ujar Ramadhan yang saat itu ditemani oleh tujuh orang perwakilan mahasiswa lainnya.

Sementara itu, Ketua Asrama Mahasiswa Dompu, Riyan Saputra, mengeluhkan kondisi yang sama sebagaimana dialami oleh rekannya Ketua Asrama Mahasiswa Bima. “Sejak tahun 2012 hingga sekarang, kami penghuni Asrama Mahasiswa Dompu sudah ditelantarkan oleh pihak Pemda Kabupaten Dompu tanpa ada bantuan sepeserpun dari pihak Pemda Dompu. Coba perhatikan nasib kami sebab kami adalah generasi penerus daerah kedepannya. Perbaikan fasilitas asrama itu bukan untuk kami saja akan tetapi itu juga untuk generasi mahasiswa Dompu kedepannya,” keluh Riyan kepada anggota Dewan.

         Furkan, Sekretaris Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Dompu (Hipmad) Dompu, meminta kepada semua pihak agar konflik antara RKD dengan pihak Pemda Kabupaten Dompu terkait dengan status kepemilikan Asrama Mahasiswa Dompu jangan sampai mengorbankan kepentingan mahasiswa Dompu yang di Mataram. “Mahasiswa menjadi korban akibat terjadinya konflik itu. Selain keadaan kami yang menjadi terlantar, meski ada bantuan, bantuan itu tidak pernah sampai ke pengurus asrama mahasiswa Dompu,” kesal Furkan.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan Mahasiswa Bidom, H. Nurdin SH., mengaku kaget dengan apa yang menjadi keluhan pengurus asrama mahasiswa itu. Nurdin berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh Pengurus Asrama Mahasiswa Bima dan Dompu ke pihak Pemda. “Kami akan sampaikan aspirasi ini ke Bupati Dompu dan Bupati Bima karena pengelolaan asrama ini merupakan tanggungjawab pihak Pemda Kabupaten Bima dan Dompu. Akan tetapi untuk koordinasi lebih lanjut kepada Bupati Dompu dan Bupati Bima itu akan kami lakukan setelah kami pulang dulu dari melakukan agenda kunjungan keluar daerah yang dimulai tanggal 17 Mei nanti selama kurang lebih satu minggu,” ujar pria yang berasal dari Kabupaten Dompu ini. (GA. IAG*).

1 comment:

elshandy creative. Powered by Blogger.