Header Ads

Selain ke BTP, Pemkot Bima Juga Studi Banding Cara Pengelolaan Masjid di Batam

Foto:Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, saat di Batam Tourism Politechnic (BTP).






Batam, Garda Asakota.-

          Pemkot Bima mengajak sejumlah pengurus dan elemen Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima lainnya, melaksanakan studi banding terkait dengan cara pengelolaan salah satu masjid teramai dan megah di Kota Batam, yakni masjid Jabal Arafah. Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Zulkarnain, S.Ag, M. Si, mengungkapkan bahwa studi banding itu bertujuan untuk mempelajari bagaimana aspek manajerialnya yang kemudian nantinya dapat diadopsi pada saat pengelolaan masjid terapung Amahami yang saat ini tengah dibangun melalui dana APBD Kota Bima. "Pasca peresmian masjid terapung Amahami nantinya, tentu kita akan berpikir bagaimana cara pengelolaan dan sistem manajemennya. Makanya, kita pilih masjid Jabal Arafah. Setelah kami amati di lapangan, masjid ini luar biasa. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pantai, tapi kami tidak melihat terapung dan tidaknya, tetapi bagaimana sisi manajerialnya dan kemakmuran masjidnya," tegas Eka.

         Pihaknya mengaku studi banding FKUB ini melibatkan Ketua MUI, unsur Muhamadiyah, Persis, NU, dan ada beberapa ulama. "Sementara pengurus FKUB empat orang," akunya.
Menurut informasi yang dihimpun Garda Asakota, kegiatan studi banding ini bukan hanya dilakukan oleh FKUB, tetapi juga oleh Studi Banding Tiru OPD yang melibatkan sejumlah pimpinan SKPD, dan studi banding ke beberapa Perguruan Tinggi di Batam Tourism Politechnic (BTP) yang menjalankan pendidikan di bidang Pariwisata.

         Kegiatan ini juga dihadiri FKPD lengkap seperti Ketua DPRD Kota Bima, Ketua PN, Kepala Kejaksaan, Dandim 1608 dan Kapolres Bima Kota. "FKPD hadir di Batam diundang oleh Pemkot Bima untuk mendampingi FKUB, Perguruan Tinggi, dan OPD," tegas Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, kepada wartawan, Senin (16/5).  (GA.212/355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.