Header Ads

PAN Belum Tentukan Paket Cagub dan Cawagub NTB

Foto: Ketua Tim Desk Pilkada DPW PAN NTB, H. Syaiful Islam.


Mataram, Garda Asakota.-

          Ketua Tim Desk Pilkada DPW PAN NTB, H. Syaiful Islam, menegaskan DPW PAN NTB belum melakukan finalisasi terkait dengan figur Cagub dan Cawagub NTB Periode 2018-2023.  “Hari ini, Kamis (25/05), Tim Desk Pilkada baru akan menggelar rapat penyampaian hasil penjaringan Bacagub dan Bacawagub NTB yang kan dihadiri oleh Pengurus DPW PAN dan seluruh Ketua-Ketua DPD PAN se-NTB. Dan hasil rapat harian pengurus ini akan kita sampaikan ke DPP PAN. Proses dan mekanisme penjaringannya belum tuntas karena nama-nama yang terjaring ini akan kita ajukan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi paket Cagub dan Cawagub dari DPP,” jelas tokoh kharismatik Kabupaten Dompu ini kepada wartawan via selulernya, Kamis (25/05).

Pihaknya menegaskan Tim Desk Pilkada PAN tetap mengacu kepada ketentuan aturan yang mengatur terkait dengan proses dan mekanisme penjaringan Bacagub dan Bacawagub NTB yang ditentukan oleh DPP. “Masalah siapa paket Cagub dan Cawagub yang ditentukan oleh DPP. Itu merupakan otonomi DPP. Dan hingga hari ini, hasil kerja dari Tim Desk Pilkada belum kita kirimkan ke DPP,” tegasnya.

Syaiful juga mengungkapkan salah satu factor penentu dalam pengusungan Cagub dan Cawagub adalah hasil survey dari setiap Bacagub dan Bacawagub yang akan dilampirkan ke DPP. “Karena di PAN tidak ada mekanisme penyampaian visi dan misi dari Bacagub dan Bacawagub, maka salah satu lampiran kami ke DPP itu adalah hasil survey dari setiap Bacagub dan Bacawagub. Oleh karenanya, siapa yang memiliki hasil elektabilitas yang bagus kemungkinan besar akan diusung menjadi Cagub dan Cawagub oleh DPP,” ujarnya.

Dalam Rapat Harian Pengurus DPW PAN NTB yang diperluas yang akan digelar hari ini, Kamis (25/05), disamping menyampaikan proses dan mekanisme penjaringan Bacagub dan Bacawagub yang telah dijalani oleh Tim Desk Pilkada, pihaknya mengaku juga akan mempertanyakan terkait statemen Ketua DPW PAN NTB yang mendahului kerja Tim Desk Pilkada terkait dengan finalnya Paket Ahyar-Qurais. “Saya akan pertanyakan juga nanti kenapa ada statemen yang mendahului kerja Tim Desk Pilkada?. Saya juga nanti akan meminta agar pernyataan seperti itu bisa diklarifikasi agar tidak memunculkan opini negatif terkait kerja Tim Desk Pilkada di mata public. Kita semua tetap patuh pada mekanisme yang kita tempuh diinternal PAN sendiri bahwa ada Tim Desk Pilkada yang akan menyampaikan nama-nama Bacagub dan Bacawagub NTB ke DPP dan nanti DPP lah yang akan mengeluarkan rekomendasi paket Cagub dan Cawagub yang akan diusung oleh PAN,” sesalnya.

         Adapun nama-nama Bacagub yang telah resmi mendaftar di PAN menurutnya adalah H. Lalu Rudy Srigede, Ahyar Abduh, Sunardi Ayub, Farouk Muhammad, H. Ahmad Rusni, H. Muazzim, sementara yang tidak mengembalikan formulir pendaftaran yakni Zulkiflimansyah, Prof Sunarpi, HM. Amin, dan HL. Wildan.
Sementara Bacawagub NTB yang resmi mendaftar yakni Mori Hanafi, Aris Muhammad, Subuhunnuri, dan terakhir adalah HM. Qurais. “HM Qurais sendiri mengambil formulir sekitar awal bulan April dan mengembalikan formulir pendaftarannya pada hari Selasa, (23/05), pada saat hari penutupan pendaftaran. Jadi Walikota Bima itu hanya mendaftar di PAN dan tidak mendaftar di partai poros tengah lainnya,” tandasnya. (GA. IAG*).

 

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.