Header Ads

Dubes AS Rayakan Hari Kemerdekaan Amerika di Lombok

Foto: Dubes AS, HE. Joseph R. Donovan, Jr., beserta Istri dan Sekda NTB, Dr. Ir. Rosyadi Sayuti tengah melakukan toss dalam perayaan Hari Kemerdekaan AS, Rabu (17/05) di Sheraton, Senggigi Lobar NTB.


Mataram, Garda Asakota.-

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, HE. Joseph R. Donovan, Jr., merayakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) yang ke-241 tahun di Hotel Sheraton Senggigi Lombok Barat, Rabu (17/05). Dubes AS turut hadir bersama Isterinya Mei Chou Wu dan para pejabat dari Konsulat Jenderal AS Surabaya. Sementara dari Pemda Provinsi NTB diwakili oleh Sekda Provinsi NTB, Dr. Ir. Rosyadi Sayuti, Kepala Bappeda NTB, Karo Humas Setda Provinsi NTB, beberapa pejabat tinggi NTB, Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin, Walikota Manado dan Ketua DPRD Sulut.

           Dalam acara yang berlangsung dengan penjagaan yang super ketat itu, Konjen AS di Surabaya, Heather Variava, menyampaikan perayaan hari kemerdekaan AS di Lombok ini mengambil tema kegiatan ALOHA yang diambil dari bahasa Hawai dan bermakna Selamat Datang, Halo dan selamat berpisah. Dipilihnya ALOHA sebagai tema kegiatan menurutnya karena antara Hawai dengan Lombok memiliki beberapa kesamaan khususnya dalam aspek keindahan alamnya, pulaunya dengan gunung-gunung, keberadaan hutannya, pantainya, air serta terumbu karang.
Selain itu, ALOHA dalam bahasa Hawai menurutnya bermakna Cinta, Damai, Cinta Kasih dan Pengampunan. “Semangat dari Aloha adalah semangat untuk menyambut teman dan juga orang asing. Sebuah semangat yang memungkinkan sebuah masyarakat yang berbeda-beda untuk bisa bertemu dan menghormati satu sama lain. Kami juga menemukan semangat Aloha bersama dengan teman-teman kami disini di Indonesia. Jadi ketika saya bilang Aloha, saya menegaskan kembali kesamaan nilai-nilai kita yang kita junjung bersama seperti toleransi, kemajemukan, dan saling menghormati,” ujar Heather.

Sementara itu, Dubes AS, HE. Joseph R. Donovan, Jr., mengungkapkan motto Nasional antara Negara AS dengan Indonesia memiliki kesamaan yakni E Pluribus Unum dan Bhineka Tunggal Ika mencerminkan komitmen yang sangat kuat terhadap kesatuan dalam Keberagaman. “Kedua Negara kita memiliki banyak kesamaan yakni rakyat yang beragam, landscape yang luas dan beragam serta komitmen abadi kita terhadap Institusi dan proses berdemokrasi. Kita juga berkomitmen terhadap kemitraan strategis kita berdasarkan kepentingan bersama dalam membangun pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, perdagangan internasional dan keamanan serta kerjasama maritime,” ungkapnya.

Kemitraan strategis kita, menurutnya, meluas sampai ke Lombok dimana Millenium Challenge Coorporation Compact, USA AID, serta program lainnya sangat aktif dilakukan disini. Menurutnya, dalam kunjungan Wapres AS ke Indonesia menyebutkan kekuatan yang kita dapatkan dari kemajemukan dan keberagaman kita termasuk juga keragaman Agama. Menurutnya, Agama itu adalah menyatukan bukannya memecah belah. “Kita mendapatkan harapan di masa depan yang lebih cerah dan kami semua berterimakasih atas inspirasi besar yang diberikan oleh Indonesia kepada Dunia. Toleransi adalah satu nilai yang tidak hanya dihargai di Negara kita, namun juga sebuah nilai yang harus kita junjung tinggi ketika saya melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia, saya terus menerus terkesan dengan toleransi yang terbangun di Indonesia terhadap agama, etnis dan keragaman budaya. Sama seperti AS yang terdiri dari banyak bangsa dan budaya yang berbeda, Indonesia pun menemukan kekuatannya dalam keberagamannya,” katanya memuji.

            Sementara itu, Sekda Pemprov NTB, Dr. Ir. Rosyadi Sayuti, mewakili masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan ucapan selamat hari kemerdekaan AS yang ke-241. Menurut pria yang mengenyam pendidikan Doktoralnya di Ohio Amerika ini, saat ini Pemda Provinsi NTB tengah mengembangkan destinasi pariwisata halal dan pada tahun 2016 berhasil meraih penghargaan dunia sebagai The Best Halal Tourism Destination dari International Travel Association di Dubai UEA.
Sekda juga mengungkapkan bahwa Lombok juga dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid. Total Masjid berdasarkan data dari Kementerian Agama, menurut Sekda, adalah sekitar Lima Ribu Masjid. “Jadi setiap Desa di Pulau ini paling sedikit memiliki dua Masjid sehingga memudahkan bagi setiap Muslim untuk menemukan Masjid,” tandasnya. (GA. IAG*).


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.