Header Ads

Desa Leu Dinilai Tim Lomba Desa Tingkat Provinsi NTB

Bupati Bima saat menerima kehadiran Tim dari Pemprov NTB










Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

         Desa Leu Kecamatan Bolo mewakili Kabupaten Bima pada lomba desa tingkat Provinsi NTB. Kedatangan tim tersebut yang diketuai oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB, H. Rusman, SH, MH, bersama rombongan sejumlah 30 orang tersebut langsung diterima oleh Kepala Desa Leu Kecamatan Bolo, Muhammad Taufk, S.Ag, bersama Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima di desa Leu Kecamatan Bolo, Senin (8/5) dengan mengalungkan  selendang sarung tenun khas Bima.

         Setibanya di kantor desa Leu, Bupati Bima, Hj.Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim  Penilaian Lomba Desa Terintegrasi Posyandu dan P2WKSS tingakt Provinsi NTB tahun 2017. "Semoga kedatangan tim ini bisa melihat langsung dan menilai langsung desa Leu secara langsung serta melakukan sesi tatap muka dan tanya jawab terhadap kader yang menagani kegiatan yang ada di kantor desa Leu," ucapnya.

            Menurutnya, dipilihnya desa Leu Bolo untuk mewakili lomba desa Terintegrasi Posyandu dan P2WKSS tingkat Provinsi NTB tahun 2017 , karena pada lomba desa tingkat Kabupaten Bima yang dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Bima melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa telah berhasil keluar sebagai juara pertama yang menyisihkan 191 desa yang mengikuti lomba desa sehingga desa Leu berhak mewakili Kabupaten Bima pada lomba desa tingkat Provinsi ini. Oleh karena itu, kata dia, sebagai kepala daerah, dengan adanya lomba desa ini para tim penilai dapat menilai secara akuntabel dan transparan sehingga dari hasil penilaian yang dilakukan dapat dinilai secara obyektif.

          Dinda berharap dengan diikutsertakan desa Leu Bolo dalam mengikuti lomba desa tingkat Provinsi NTB kedepan desa Leu mendapatkan peringkat pertama dalam lomba tersebut, sesuai harapan kita bersama.
Menurut ketua Tim Juri Lomba desa Terintegrasi Posyandu dan P2WKSS tingkat Provinsi NTB tahun 2017, H.Rusman, SH, MH, bahwa kedatangan pihaknya ini dalam rangka ingin melihat secara langsung keadaan yang ada di desa Leu dalam rangka penilaian secara langsung terkait dengan lomba desa. "Sehingga dari penilaian nanti kami akan melakukan sesi tanya jawab kepada kepala desa. Maka dari itu tim yang kami bentuk ini akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan biang tugas masing-masing sehingga dengan penilaian tersebut kami akan mengetahui apakah desa Leu layak untuk mendapatkan peringkat pertama pada lomba desa tingkat provinsi NTB," ungkapnya.

           Terkait dengan indicator penilaian yang dinilai nanti diantaranya pendidikan, kesejahteraan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan-ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga.  Ke-8 indikator penilaian itu merupakan upaya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam mencapai taraf hidup yang lebih baik. "Dengan adanya indicator tersebut sebagai prasyarakt kami dalam rangka penilaian lomba desa terintegrasi ini sehingga dari indicator tersebut kami akan mengetahui apakah desa Leu Bolo layak mendapatkan juara atau tidak," imbuhnya.

           Sementara, Kepala Desa Leu Kecamatan Bolo, Muhamad Taufik, S.Ag, memaparkan bahwa terkait dengan tata kelola keuangan desa dilakukan secara trnasparan, akuntabel, partisipatif, tertiba dan disiplin, dimana dengan tata kelola keuangan desa tersebut kami mendapatkan apreasiasi dan pengahargaan sebagai “desa prospektif penyelenggaraan Good Governance pengelolaan keuangan desa tahun 2016 dalam perpektif pengelolaan keuangan Negara dari Kementerian Keuangan RI.
Disamping itu terkait di bidang kesehatan, dimana tahun 2016 desa Leu mendeklarasikan sebagai desa ODF pertama dan satu-satunya desa ODF di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, pencapaian yang nyata dan terukur ini tentunya telah mendapatkan atensi dari pemerintah kabupaten Bima dengan memberikan reward bagi desa Leu.

        Untuk bidang pendidikan, pihaknya telah melakukan kontrak kerja sama dengan pihak sekolah terkait dengan pendidikan akrakter. "Sehingga dengan adanya MoU ini maka anak- anak kita dapat mengetahui kepribadian generasi muda tersebut," imbuhnya.
Selanjutnya terkait inovasi desa di bidang penguatan ekonomi masyarakat, desa Leu kecamatan Bolo Kabuapten Bima melakukan usaha masyarakat tenun tradisional. Usaha yang dilakukan ini dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan perempuan/usaha peningkatan pendapatan keluarga yang disenergikan dengan program peningkatan peranan wanita menunu keluarga sehat sejahtera dengan memberi bantuan benang kepada kelompiok masyarakat melalui BUMDES. Pemberian bantuan benang ini untuk menghasillan 3 lembar sarung, dimana 2 lembar sarung itu untuk meningkatkan pendapatan kelaurga dan 1 lembar sarung dikembalikan ke Bumdes.

         Untuk inovasi atau gebrakan desa, pada tahun 2015 pemerintah desa leu kecamatan Bolo melakukan kegiatan pegnadaan perangkat computer yang mendukung jaringan internet di desa dan dilanjutkan dengan melakukan pengaaan jaringan internet di desa yang bersumber dari APBDes dan pada tahun 2106 pemerintah desa mengembangkan media komunikasi pedesaan bersupa website desa dengan domain desa."Mudah-mudahan apa saja yang telah kami lakukan ini tim juri dapat meliaht langsung keberadaan profil desa Leu sehingga dari penilaian ini kedepanya desa Leu kecamatan Bolo keluar sebagai juara pertama lomba desa tingkat Provinsi NTB sesuai harapan bersama," harapnya. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.