Header Ads

Tragis, Putri Seorang Purnawirawan Polisi Alami Tindakan Percobaan Pembunuhan

Mataram, Garda Asakota.-
Putri seorang purnawirawan polisi di Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima yang mengontrak di Perumahan Elit Kota Mataram Jalan Lingkar Selatan Lingkungan Anshor Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram atas nama Wiwik Suhartini (26 th), pada Selasa (18/04) sekitar pukul 11.30 wita mengalami dugaan tindak percobaan pembunuhan oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
Pihak Kepolisian Sektor Ampenan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan atas tindakan percobaan pembunuhan pada korban. “Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar sumber Kepolisian, Selasa (18/04).
Berdasarkan kronologis kejadian yang beredar luas di masyarakat melalui media sosial, korban yang  merupakan mahasiswi S-2 di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Mataram ini dirumahnya Jalan Asri Blok I 1 Perumahan Elit Kota Mataram sekitar pukul 07.44 wita korban sedang chat dengan rekannya sesama mahasiswi dan mendengar suara tukang bangunan depan rumahnya/kosnya yang sedang memukul-mukul kayu.
Korban membuka pintu depan dan mengambil laptop kemudian membuka laptop diteras depan rumah. Selang beberapa saat mendengar ada seorang masuk ke dalam rumah dan mengeceknya kebelakang, namun sebelum sampai dipintu belakang korban langsung di cekik dari arah belakang dan diancam menggunakan pecahan kaca pada mulut dan lehernya yang tangannya pelaku pegang pecahan kaca dibalut kain. Sehingga korban mencoba melepaskan diri dengan meronta sambil memegang pecahan kaca tersebut yang mengakibatkan korban didorong oleh pelaku dan kepala terkena pinggiran meja dapur yang terbuat dari keramik.
Sesaat korban merasa kesakitan dan mengambil langkah pura-pura pingsan, namun korban merasa masih di awasi oleh pelaku dan dipegang tangan korban untuk memastikan denyut nadi masih berdetak sehingga pelaku menggorok tepat di denyut nadi korban. Sekitar pukul 11.00 wita korban langsung bangun dan lari keluar rumah sambil teriak memita tolong. Kemudian dibantu oleh para tukang bangunan dan beberapa warga korban dibawa ke RS Kota Mataram.
Menurut pengakuan Wakil Sekretaris RKB (Rukun Keluarga Bima) di Mataram, Efendy Kusnandar, S.IP, yang sempat membesuk di RSU Kota Mataram ruangan kelas 3 A5, terdapat luka goresan di leher tengah depan, luka robek di pipi bagian kiri, luka robek di bagian lengan kanan, luka robek di bagian telapak jari tengah dan manis tangan kanan, memar di mata bagian kanan, luka robek di bagian atas alis kanan, luka robek di bagian kepala belakang, luka gores di paha kiri, luka bagian dalam mulut sebelah kanan. Pihak RKB meminta aparat Kepolisian supaya menangani kasus tersebut dengan cepat. "Karena ini kasus kriminal yang mengancam nyawa seseorang," tegas Fendy. (GA. IAG*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.