Header Ads

Tahun ini, Dana DAK Bangun RKB SMA di NTB sekitar Rp33 Milyar

Foto: Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H. Surya Bahari
Mataram, Garda Asakota.-
Sumber pendanaan bagi perbaikan infrastruktur sekolah bersumber dari dana APBD maupun dari APBN yang berbentuk hibah., ataupun masuk sebagai dana alokasi khusus (DAK) baik itu untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) maupun untuk rehabilitasi bangunan Sekolah. “Untuk membagi penggunaan dana tersebut, maka dipergunakanlah DAPODIK atau Data Pokok Pendidikan yang memuat data tentang sarana, jumlah siswa, dan jumlah ruang kelas.

Semuanya terekam dalam data DAPODIK sekolah yang harus diisi oleh sekolah dan diupload melalui system komputerisasi online,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB melalui Kabid SMA, H. Surya Bahari, kepada wartawan Garda Asakota, Rabu (12/04) diruang kerjanya.

Dari data DAPODIK itu, menurutnya, nanti akan dijadikan sebagai sumber bagi Pemerintah untuk mendistribusikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan perbaikan infrastruktur sekolah. Disamping ada permintaan dari pihak sekolah itu yang ditujukan kepada Pemerintah melalui proposal yang dibuat oleh sekolah. “Jadi kelengkapan data DAPODIK sekolah itu sangat diperlukan dalam pemenuhan perbaikan infrastruktur sekolah. Data DAPODIK itu harus diisi sesuai dengan data yang ada dilapangan. Jangan diisi secara serampangan karena nanti akan dilakukan langkah verifikasi. Untuk mendapatkan anggaran,  disamping pihak sekolah mengajukan proposal kepada pak Gubernur melalui Dinas Dikbud.

Bisa juga pihak sekolah mengirimkan proposal ke pihak Kementerian untuk mendapatkan dana dari APBN melalui rekomendasi dari Dinas Dikbud NTB,” terang pria ini dengan ramah.
Pihaknya mengaku telah menginventarisir kebutuhan perbaikan infrastruktur sekolah berdasarkan data DAPODIK yang telah diinput sekolah. “Dan insya Alloh dalam jangka lima (5) tahun kedepan kebutuhan untuk penambahan ruang belajar itu akan tuntas dilakukan oleh Pemerintah. Hanya saja bagi pihak sekolah yang belum mendapatkan guliran anggaran tahun ini, yah harus bersabar, tunggu giliran tahun berikutnya,” katanya.

Untuk tahun ini, Pemerintah Provinsi NTB menurutnya, mendapatkan dana DAK untuk pembangunan RKB, Renovasi dan Laboratorium sekolah khusus Bidang SMA sekitar Rp33 Milyar. “Belum diakumulasikan dari tambahan anggaran lainnya. Sambil terus kita berjuang untuk mendapatkan tambahan dana hibah dan lainnya dari Kementerian,” cetusnya.

19 SMA Teken MoU Dana Hibah Kementerian

Menurut Kabid SMA Dinas Dikbud NTB, H. Surya Bahari, ada 19 sekolah SMA yang sudah melakukan penandatanganan MoU dengan pihak Kementerian untuk mendapatkan dana hibah Kementerian untuk pembangunan RKB seperti SMAN 1 Lambitu, SMAN 2 Langgudu, SMAN 2 Sape, SMAN 2 Dompu, SMAN 3 Lembar, SMAN 1 Praya, SMAN 2 Mataram, SMAN 3 Mataram, SMAS Al-Hamzar Tembeng Putik, SMAS Dea Malela. Disamping mendapatkan dana hibah kementerian untuk pembangunan RKB, ada juga sekolah SMA yang mendapatkan dana hibah Kementerian untuk Rehabilitasi seperti SMAN 2 Kota Bima, SMAN 4 Kota Bima, SMAN 5 Kota Bima, SMAS Muhammadiyah Kota Bima, SMAS PGRI Kota Bima, SMAS Sinar Jaya Kota Bima. “Dan ada juga yang mendapatkan alokasi dana hibah kementerian untuk pembangunan unit Sekolah Baru yakni di Sanggar, Soromandi, dan di Kabupaten Sumbawa dengan masing-masing anggaran sebesar Rp2 Milyar lebih,” tandasnya. (GA. IAG*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.