Header Ads

Puluhan Aktivis AMPI Gelar Aksi Bela Sungkawa dan Do’a Bersama Atas Carut Marutnya Bangsa

Keterangan: Aktivis AMPI NTB saat menggelar Aksi Bela Sungkawa dan Do'a Bersama di depan Kantor DPRD NTB, Rabu (12/04). Foto by Imam Ahmad Gibran
Mataram, Garda Asakota.-
Puluhan aktivis dari Aliansi Mahasiswa Peduli Indonesia (AMPI) Mataram pada Rabu (12/04) kemarin menggelar aksi Bela Sungkawa  dan Do’a Bersama di perempatan Bank Indonesia dan di Depan Kantor DPRD Provinsi NTB. Aksi tersebut dilakukan oleh AMPI karena mereka menilai keadaan Negara saat sekarang ini tengah carut marut akibat banyaknya kebijakan yang dianggap oleh mereka serampangan dikeluarkan dan cenderung menyengsarakan rakyat.

“Suara rakyat telah dibungkam ketika menuntut keadilan dan mengkritik disangka makar dan diberangus habis, dipukuli dan ditangkapi,” kata Hairul Fahmi, Koordinator Umum (Kordum) AMPI dan Ketua BEM Universitas Mataram (Unram) dalam pernyataan sikapnya.
Dalam Aksi tersebut, AMPI meminta kepada Pemerintah RI untuk bertanggung jawab atas dugaan kekacauan yang telah dibuat dan mencabut beragam kebijakan serampangan yang dianggap menyengsarakan rakyat. “Kami juga meminta kepada KPK untuk menepati janjinya mengusut tuntas kasus Mega Proyek E-KTP dan tidak mengaburkan perkara dengan bertele-tele dalam proses hukum. Selain itu kami juga meminta Pemerintah untuk mengembalikan subsidi Listrik 900VA. Dan kami juga meminta pengembalian hak suara dan jaminan kebebasan berpendapat setiap individu yang jelas diatur keberadaannya dalam konstitusi,” kata Hairul saat membacakan pernyataan sikapnya. Saat aksi AMPI dilakukan didepan Kantor DPRD NTB, kedatangan puluhan aktivis itu diterima oleh Bagian Humas DPRD NTB, Suriadi. (GA. IAG*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.