Header Ads

Lima Akun di Medsos Memfitnah TGB Dilaporkan ke Cyber Crime Polda NTB

Koordinator Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat, Abdul Hadi Muclis, SH., MH









Mataram, Garda Asakota.-

Masyarakat Provinsi NTB kembali merasa tidak nyaman dengan adanya ulah sejumlah oknum di media social (Medsos) seperti Facebook dan Twitter yang menuding fiktif terjadinya peristiwa dugaan tindakan penghinaan yang dilakukan oleh Steven Hadisuryo Sulistiyo (SHS) yang diduga telah melecehkan seorang ulama besar sekaligus Gubernur NTB, Dr. TGKH. M. Zainul Majdi, di Bandara Changi, Singapura dan di Bandara Soekarno-Hatta, dengan mengeluarkan kata-kata seperti “Dasar Indo, Indonesia, dasar pribumi, Tiko,”.
“Karena banyak yang memposting terkait dengan tudingan seperti itu berimplikasi pada munculnya ketidaknyamanan sebagian besar masyarakat yang lain di NTB. Apalagi secara tidak langsung pernyataan yang menyatakan bahwa sosok SHS itu adalah sosok yang fiktif atau peristiwa di Bandara Changi itu adalah fiktif, berarti secara tidak langsung mereka menyatakan TGB itu pembohong.
Nah hal inilah yang kami laporkan di Cyber Crime di Polda NTB untuk mengusut dan memproses secara hukum akun-akun di Medsos yang telah menyebarkan atau mentransmisikan berita-berita bohong seperti itu,” tegas Koordinator Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat, Abdul Hadi Muclis, SH., MH., kepada wartawan, Rabu (26/04), dan mengaku telah melaporkan tiga (3) akun FB dan dua (2) akun Twitter di Cyber Crime Polda NTB pada Selasa (25/04).

Pihaknya mengaku akun FB yang telah dilaporkan oleh Enam orang dari Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat (TPGPB) dengan ketentuan Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan Pasal 35 UU ITE,  itu yakni akun dengan inisial ND, CRH, SB,, dan dua akun twitter lainnya yakni ST, dan TT. Laporannya telah diterima langsung oleh Kepala Sub Direktorat II Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setioaji dan berjanji akan menindaklanjuti laporan dari  TPGPB. “Besok (Kamis, 27/04), akan dimulai pemeriksaan saksi-saksi pelapor,” tegasnya.

Adapun nama-nama TPGPB yang telah melaporkan lima (5) akun di Medsos itu yakni Andi Mardan, Farid Ma’ruf, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, H. Sahdan Ilyas, H. Irzani, dan Lalu Prima Wira Putra. Peristiwa di Bandara Changi itu menurut Hadi Muclis adalah merupakan suatu peristiwa yang memang benar dialami oleh TGB. Bahkan sejumlah pihak telah melaporkan SHS ini di Polda Metro Jaya bahkan di Polda NTB. “Laporan itu sudah ditindaklanjuti oleh pihak Penyidik Polda dan pak Gubernur sendiri bahkan sudah dimintai keterangan oleh pihak Penyidik Polda Metro Jaya. Lantas letak fiktifnya itu dimana?,” tegas Hadi.

Menariknya lagi, kata Hadi, peristiwa yang dialami oleh TGB di Bandara Changi itu dikait-kaitkan dengan politik Pilkada Gubernur DKI Jakarta. “Padahal pak Gubernur tidak ada kaitan sama sekali dengan agenda Pilgub DKI itu dan tidak ingin dirinya dikait-kaitkan dengan politik DKI. Dan murni peristiwa Bandara Changi itu adalah peristiwa yang memang benar adanya tidak direkayasa oleh siapapun. Dan kami tegas meminta agar pihak Kepolisian dapat segera menindak lanjuti laporan kami yang memfitnah TGB di Medsos ini,” ujarnya.
H. Yusron Hadi, 
Sementara itu, Gubernur NTB, DR. TGKH. M. Zainul Majdi, melalui juru bicaranya H. Yusron Hadi, mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh sejumlah pihak via Medsos. “Apalagi pak Gubernur ini selain seorang umara juga adalah sosok ulama. Apalagi beliau menyampaikan kebenaran peristiwa Bandara Changi itu secara lugas di hadapan jama’ah Sholat Jum’at di Masjid Hubbul Wathan. Jadi tidak mungkinlah kalau ada pernyataan-pernyataan yang mengatakan bahwa peristiwa itu adalah tidak benar dan tidak dialami oleh pak Gubernur. Pak Gubernur jelas sangat prihatin dengan adanya tudingan itu dan berharap persoalan ini bisa segera dituntaskan sehingga tidak menimbulkan tanda tanya dan pertanyaan di masyarakat,” ujar pria yang dikenal ramah ini. (GA. IAG*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.