Header Ads

Hasil Reses Anggota DPRD Kota Bima per Dapil, Dilaporkan

Kota Bima, Garda Asakota.-
Rapat Paripurna DPRD Kota Bima masa sidang Satu (1) tahun dinas 2017 dalam rangka laporan hasil kegiatan Reses dalam daerah masa sidang satu tahun dinas 2017 digelar melalui rapat paripurna yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kota Bima, M. Safi'i, ST, Kamis (27/4). Paripurna ini dihadiri segenap anggota DPRD Kota Bima maupun para pimpinan SKPD lingkup Pemkot Bima.

          Sebelum memberikan kesempatan kepada perwakilan yang membacakan hasil reses dimasing-masing Dapil,. M. Safi’i menyampaikan bahwa dalam mewujudkan kehidupan berdemokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka perlu didorong peningkatan peran dan fungsi lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai penyelenggara pemerintah daerah yang mampu mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi masyarakat.

           Untuk mewujudkan hal tersebut, DPRD Kota Bima diakuinya banyak melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, baik fungsi pembentukan peraturan daerah, fungsi penganggaran maupun fungsi pengawasan.
Sebagai implementasi dari pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang DPRD tersebut beberapa agenda penting DPRD di masa sidang 1 tahun dinas 2017, yang telah diselesaikan yakni pelaksanaan kunjungan kerja komisi-komisi DPRD dan melakukan binbingan tehnik dalam daerah. Tentu tujuannya dalam rangka melakukan evaluasi terhadap realisasi APBD Kota Bima tahun anggaran 2016.

           Pantauan langsung wartawan, rapat paripurna dalam rangka laporan hasil reses tersebut kemudian memberikan kesempatan kepada masing-masing juru bicara per Daerah Pemilihan (Dapil) untuk membacakan laporannya. Untuk Dapil-1, laporan dibacakan oleh juru bicara, Hj. Rini Anggriani, SE,  mengungkapkan bahwa pihaknya bersama empat anggota dewan lainnya telah memenuhi tuntutan Reses mulai tanggal 18 April  hingga 22 April 2017. Dimana reses mendapat catatan dan aspirasi yang kebanyakan bermuara pada pembangunan fisik, yang semua itu dampak dari banjir bandang yang meluluh lantahkan Infrastruktur serta perekonomian warga masyarakat Kota Bima Umumnya, di Kecamatan Asakota.

           Rini, kemudian menyampaikan beberapa item hasil penjaringan aspirasi masyarakat Dapil I Asakota. Seperti di kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, meminta penggantian atau rehab pipa air bersih yang telah rusak akibat banjir. Pengaspalan gang Lingkungan Kolo, pemagaran halaman belakang SD lebih kurang 60 meter dan rehab gedung SD Kolo.
Tak hanya itu, mereka juga meminta Bronjongnisasi talud Sungai dan Pantai juga pengadaan tempat sampah di lokasi pariwisata. "Dan beberapa kebutuhan pembangunan fisik lainnya yang dibutuhkan. Seperti dibuatkan ruangan pendingin atau pengawet ikan tangkalan. Pasang batas jalan di tanjakan PLN Tenaga Surya di lingkungan Kolo," ungkapnya.
Begitu juga dengan Kelurahan Jatiwangi, Jatibaru,  dan juga Kelurahan Melayu, warga masyarakat juga menyampaikan aspirasi tidak beda dengan warga di Kelurahan Kolo.

            Sementara di Dapil 2, yang dibacakan oleh Agus Wirawan, SE, menyampaikan beberapa aspirasi yang berkembang selama reses..Pihaknya mengaku, telah banyak menemukan catatan atau aspirasi masyarakat terutama sekali mengenai pembangunan fisik, seperti di Kelurahan Mande, Sadia Monggonao, meminta melanjutkan pembangunan Drainase, perbaikan pemagaran kuburan, perbaikan gang juga pembangunan lainnya yang dibutuhkan masyarakat yang belum terkafer oleh pihak eksekutif sepenuhnya. Apalagi kemarin di Dapilnya telah banyak pembangunan yang rusak akibat dihantam bencana banjir. "Untuk itu dengan berbagai catatan pada hasil reses tersebut, kami minta pihak eksekutif agar menjadikan prioritas dalam program di tahun 2017 ini," katanya.

            Hal senada juga disampaikan perwakilan atau juru bicara dari Dapil-3, Edy Ihwansyah, SE.  Dari hasil reses yang dilaksanakan mulai tanggal 18 April hingga 22 April 2017, pihaknya juga mendapatkan banyak catatan atau aspirasi warga masyarakat. Terutama sekali di Kelurahan Rabangodu Selatan meminta pembuatan deker, pembuatan Dldrainase, penutupan parit, pembuatan pembangunan jembatan, rabat gang dan pembutan gorong-gorong.  Begitu juga dari Kelurahan Rabangodu Utara, meminta pembuatan drainase, pembutan jalan baru untuk lahan pertanian masyarakat. Sambungan gang buntut, perbaikan parit, penerbitan perda kos-kosan, bantuan dana untuk kelompok usaha rabat gang juga pembuatan parit di sebelah utara kuburan Suhada.

            Sementara di Kelurahan Nitu, meminta agar pembangunan jalan Oi Si’i Nitu dilanjutkan, peningkatan jalan Rontu menuju Nitu, pengeboran air bersih untuk kelurahan Nitu, melanjutkan jalan menuju So Mila, pemagaran kuburan serta pembangunan fisik lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Sementara Kelurahan Penaraga dan Penanae, meminta bantuan usaha untuk tuna netra, hotmik jalan dengan perdayakan pasar Penaraga. Tak hanya itu mereka juga meminta untuk melakukan normalisasi dam kecil, melakukan bronjongnisasi bantaran sungai kelurahan Penanae, serta melanjutkan pembuatan drainase dan bantuan jaminan hidup atau Jadup.  (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.