Header Ads

Harga Anjlok, Peternak Ayam Broiler Minta Pemda Turun Tangan

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Merosotnya harga ayam Broiler di pasaran sampai saat ini meresahkan para peternak ayam Broiler di Kabupaten Bima. Rinayah Peternak Ayam Broiler warga Desa Tonda Kecamatan Madapangga kepada Garda Asakota,  Senin (1/4) mengaku, tidak stabilnya harga Ayam Broiler saat ini mengancam kondisi usahanya, dimana besarnya biaya produksi tidak mampu tertutupi oleh hasil produksi. "Kami mengira pada bulan ini paska panen ayam, harganya akan melonjak di pasaran.Tetapi malah sebaliknya," keluh Peternak Mandiri ini.
Berdasarkan pengalaman selama ini, kata dia, sekitar bulan Maret-April paska panen, harganya tetap bertahan berkisar Rp15.000/Kg, sementara di pasaran harganya tetap Rp50-60 Ribu. Akibat harga yang minim ini para peternak Mandiri merasa terancam bahkan usahanya bisa-bisa tutup jika kondisi seperti ini terus saja terjadi. Anehnya, Pemerintah Daerah terkesan tidak memantau kondisi ini, padahal telah terjadi sekian lama. "Yang terjadi justru pihak PT yang menentukan harga," ungkapnya.
Rinayah mengaku, jika pemerintah daerah menutup diri dengan kondisi saat ini berarti Pemerintah Daerah Kabupaten Bima tidak peduli dengan masyarakatnya, malah takluk dengan perusahaan. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah segera turun tangan dalam mengatasi jatuhnya harga ayam. "Kami minta kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima agar memperhatikan keadaan kami, agar kondisi ini tidak terjadi lagi. Jangan biarkan pihak asing mengatur harga," pintanya. (GA. Marlin*)

1 comment:

  1. Buat peternak ayam potong untuk wilayah dompu-bima, yang susah pemasarannya....bisa hubungi saya....harga bisa dikomunikasikan. Makasih

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.