Header Ads

Gagal Dilantik, Guru SMPN-1 Wera Minta Oknum Timses IDP Kembalikan Uang

Ilustrasi
Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Oknum Tim Sukses (Timses) IDP diduga mengiming-imingi seorang guru yang mengajar di SMPN-1 Wera dengan jabatan Kepala Sekolah (Kasek) dengan memintai uang sebanyak Rp20 juta. 

Namun sayangnya, oknum guru tersebut gagal dilantik karena alasan belum pernah mengikuti tes Calon Kepala Sekolah (Cakep) dan masa kerja yang terhitung kurang dari 2 tahun.

"Uang sebanyak Rp20 juta diserahkan oleh menantu saya pada oknum Timses berinisial Am," ungkap oknum Guru SMPN-1 Wera, Idris, S.Pd, kepada Garda Asakota di sekolahnya.

Diakuinya, meski sudah disampaikan pada Timses bahwa dirinya belum ikut Cakep dan masa kerjanya sisa tiga tahun, tetap saja dirinya diyakinkan akan tetap bisa dilantik menjadi Kepsek. 

"Namun nyatanya, hingga kini tidak ada kabarnya, padahal pelantikan untuk jajaran SMP sudah berlalu," cetusnya.

Perihal tersebut sudah sampai ke telinga Bupati Bima, Hj.Indah Damayanti Putri (IDP) karena pihak keluarga dari guru tersebut sudah membawa langsung kuitansi sebagai bukti penyerahan uang tersebut. 

Sementara itu, mantan Ketua Timses Kecamatan Wera, Drs. Ahmad, saat ditemui dikediamannya (11/4), mengaku sudah mencarikan  solusinya terkait dengan persoalan tersebut. 

"Tetap akan diusahakan, apakah uangnya dikembalikan atau dicarikan jabatan lain," tuturnya.

Bagaimana tanggapan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) terkait dengan persoalan ini?. 

Kepada Garda Asakota, Kamis pagi (13/4), Bupati secara tegas mengaku tidak mengetahui adanya penarikan uang tersebut. "Tidak saya ketahui. Nggak ada kaitan dengan kebijakan yang diambil," tegasnya. 

Meski demikian, pihaknya mengaku sudah mengetahui persoalan itu karena dilaporkan oleh mantan Ketua Timsesnya di Wera, Ahmad. 

"Saya sudah jelaskan pada mereka yang ambil uang dan utusan keluarga pak Idris. Nggak ada kaitan dengan kebijakan yang diambil," pungkasnya. (GA. 777/212*)

2 comments:

elshandy creative. Powered by Blogger.