Header Ads

BNPB Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Operator Pusdalops PB

Kepala Bidang Informasi dan Humas BNPB, Ir. Agus Wibowo dan  Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Muhammad Roem, MT.

Mataram, Garda Asakota.-
Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengelar kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petugas Operator Pusdalops PB yang diikuti oleh 36 orang peserta terdiri dari BPBD Provinsi NTB sebanyak 6 orang dan BPBD Kabupaten/Kota se-NTB sebanyak 30 orang di Hotel Santika Kota Mataram, Kamis (20/04).

 Kegiatan ini direncakan akan digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 20 April hingga 22 April dengan tujuan untuk peningkatan kemampuan personil BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota di NTB dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan teknis baik hardware maupun software dalam fase pra dan paska bencana.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas personil BPBD Provinsi, Kabupaten dan Kota terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,” ujar Kepala Sub Bidang Pengelolaan Sistim Jaringan BNPB, Linda Starley, yang juga merupakan Ketua Panitia Kegiatan Bimtek saat menyampaikan sambutannya, Kamis (20/04).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Muhammad Roem, MT., mengungkapkan peran personil BPBD dalam rangka menangani keadaan bencana ini harus terus ditingkatkan. “Terutama dalam aspek pelaporan keadaan bencana. Personil BPBD harus berada di lini depan, bergerak cepat untuk memberikan laporan terkait dengan keadaan bencana. Jangan sampai masyarakat dan teman-teman wartawan lebih cepat dibandingkan kita sebagai leading sectornya seperti yang pernah terjadi di Lobar dan KLU. Oleh karena itu saya berharap kepada para personil BPBD agar kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam peningkatan kapasitas personil,” ujarnya.

Rum mengaku sangat berterima kasih kepada pihak BNPB atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap personil BPBD di NTB, Kabupaten dan Kota makin tanggap, tangkas dan tangguh dalam membantu masyarakat menghadapi bencana. Kepala Bidang Informasi dan Humas BNPB, Ir. Agus Wibowo, mengungkapkan tantangan kedepan yang harus dihadapi adalah makin meningkatnya kejadian bencana baik bencana hidrologi, tanah longsor, puting beliung, gempa bumi, tsunami dan gunung api,  mulai dari tahun 2001 hingga tahun 2016 dan yang paling dominan itu terjadi disebabkan oleh bencana hidrologi akibat terjadinya kerusakan lingkungan. “Seperti yang terjadi di Bima, tingkat kerusakan lingkungannya cukup tinggi sehingga jika terjadi hujan kerap terjadi banjir seperti yang terjadi pada Desember 2016 lalu. Jadi bencana itu selalu terjadi dan kita harus siap siaga menghadapinya,” ujar Agus.

Pusdalops menurut Agus menangani dua jenis data yakni data rutin atau data yang selalu berubah dan harus selalu di update setiap saat. “Data ini yang selalu diminta untuk diupdate perkembangannya untuk informasi di pusat data. Serta data yang sudah pasti atau paska bencana,” katanya.

         Pemerintahan Jokowi kata Agus dalam RPJM nya akan memprioritaskan pembangunan Pusdalops di 136 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Salah satunya di NTB akan dibangun di delapan (8) Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Kota Bima dan Kota Mataram.
“Tujuannya yakni adalah untuk mempercepat proses pelaporan bencana secara cepat agar pimpinan bisa mengambil tindakan secara cepat sehingga dapat mencegah jatuhnya korban berikutnya,” tandasnya. (GA. IAG*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.