Header Ads

Tiga Alasan Gubernur NTB Gelar Silaturrahim dengan Prabowo

Mataram, Garda Asakota.-
Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, menggelar acara Silaturrahim dengan Tokoh Nasional Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Partai Gerindra RI di Pendopo Gubernur NTB pada Selasa (07/03). Turut hadir dalam kegiatan itu yakni Wakil Gubernur NTB, Wakil Ketua DPRD Propinsi NTB, Mori Hanafi, SE., M.Comm, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, Wilgo Sainar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) NTB, Bupati Dompu, Wakil Bupati Bima, Wakil Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Utara, jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Perwakilan Etnik Provinsi NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi, mengungkapkan alasannya menggelar silaturrahim dengan Prabowo Subianto. Alasan pertama kata Gubernur karena Propinsi NTB saat ini tengah membangun daerahnya. “Membangun itu tidak hanya membutuhkan ilmu tapi juga dibutuhkan pengalaman. Perlu kearifan dan kesadaran yang sebenar-benarnya tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat kita. Maka dalam proses itulah kita pelu mendengar, menyimak dan juga menyerap hal-hal baik yang selama ini telah menjadi pengalaman dari para tokoh-tokoh nasional kita. Dan saya fikir tidak ada satu pun diantara kita, apapun partai politiknya, ataupun orientasi politiknya yang mengingkari atau menafikan bahwa Bapak Prabowo Subianto adalah salah satu tokoh utama Bangsa kita,” ujar pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini.
Gubernur NTB dan Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, saat mendampingi Prabowo Subianto
Alasan kedua, menurut TGB, dalam membangun daerah ini maka sangat diperlukan agar semua pihak dapat membuka diri dan mau untuk belajar. “Prabowo juga telah memberikan contoh yang baik kepada kita semua. Politik itukan ada beberapa sisinya. Ada real politik, kontestasi selama lima (5) tahun. Kita tidak tahu apakah Pak Prabowo akan berkontestasi lagi di tahun 2019. Tapi disatu sisi lain yang berbeda, bahwa politik itu adalah salah satu aspeknya adalah memelihara juga hal-hal yang baik. Bahkan menciptakan nilai-nilai baru yang lebih baik (maintaining and creating values). Nah untuk konteks yang kedua ini menurut saya, bapak Prabowo telah menjadi contoh bagi kita dalam hal merawat nilai-nilai yang baik yang dalam istilah kita disebut Silaturrahim. Bagaimana beliau (Prabowo, red.) pada saat pelantikan Presiden Joko Widodo, beliau hadir dalam acara pelantikannya. Itu bukan suatu hal yang mudah. Yah di NTB saja hal itu tidak terjadi, ketika saya dilantik dua (2) kali itu, satu pun tidak ada yang hadir. Jadi ini yang perlu dipelajari. Saya pesan buat yang mau maju di Pilgub nanti 2018 itu agar dapat memetik pelajaran dari sikap pak Prabowo ini dalam memaknai kotestasi politik untuk berkompetisi dengan lebih baik tapi setelah itu tunjukanlah kebesaran hati anda untuk kemudian menempatkan kepentingan yang lebih besar diatas kepentingan pribadi atau golongan,” ujar TGB.
Alasan ketiga, lanjut TGB, merupakan aspek yang sangat relevan dengan keadaan kita di NTB yakni menyangkut aspek yang sering digaungkan oleh Prabowo Subianto adalah masalah Keadilan Ekonomi. “Bagaimana sebuah pertumbuhan ekonomi itu tidak menyebabkan terjadinya ketimpangan yang semakin besar. Tapi pertumbuhan itu dapat dinikmati dengan sebesar-besarnya oleh masyarakat kita,” kata TGB.
Pertumbuhan ekonomi di NTB, menurut TGB, selama tiga tahun terakhir selalu berada diatas rata-rata Nasional. “Terakhir tahun 2016, petumbuhan ekonomi NTB sekitar 5,82 dari angka Nasional itu sekitar 5,01. Dan tingkat pengangguran juga bisa kita turunkan sampai pada posisi 3,9. Tetapi aspek pemerataannya dan ketimpangannya itu yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah, red) bagi kita semua di NTB ini kedepan. Tidak cukup hanya pertumbuhan ekonomi tapi bagaimana memastikan uang itu bisa dinikmati oleh sebanyak-banyaknya masyarakat. Nah saya fikir hadirnya beliau ini juga bisa memperkaya perspektif kita dalam merumuskan kebijakan-kebijakan Tahun 2017 dan 2018 di NTB yang lebih berkeadilan dan yang lebih memperhatikan masyarakat-masyarakat yang termarginalkan dan tidak menyebabkan melebarnya jurang ketimpangan,” ujar TGB. (GA. Imam*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.