Header Ads

Kota dan Kabupaten Bima Banjir Lagi, Banyak Warga Mengungsi

Bima, Garda Asakota.-
Musibah banjir kembali melanda perkampungan di Kota Bima dan sebagian perkampungan di Kabupaten Bima. Akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam, sejumlah wilayah perkampungan di Kota Bima terdampak banjir setinggi satu meter lebih. Bahkan di seputaran BTN Pebabri, air dikabarkan mencapai hingga 2 meter. Akibatnya warga kembali mengungsi di tempat-tempat yang tinggi dan sejumlah Masjid yang tidak terjangkau banjir. Di Kota Bima, Minggu (26/3) sekitar pukul 16.30 Wita air mulai masuk ke permukiman.
Wilayah yang terdampak sebanyak 5 kecamatan,  minimal sebanyak 16 kelurahan dan minimal 2.500 jiwa pengungsi yang mengungsi pada minimal 15 titik pengungsian.
Menurut Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima,
Syahrial Nuryadin, S.IP, MM,
Kelurahan yang terdampak  yaitu, Paruga, Penatoi, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Monggonao, Nae, Sarae, Penaraga, Pane, Dara, Melayu, Tanjung, Kumbe dan Dodu.
Sedangkan titik pengungsian sebanyak minimal 15 titik yaitu di Masjid Sultan Salahudin Paruga, masjid Baitul Hamid Penaraga, masjid Nurul Mubin Penaraga, masjid Istiqomah Penatoi, kantor Walikota, masjid Lewirato, kantor KPPN Bima, RS PKU Muhammadiyah, SMPN 13 Tanjung, masjid Al-Muwahidin Pane, Toko Bolly Monggonao, gunung Raja Dara, jalan baru Tanjung, masjid Baitul Maqdis Tanjung, kantor FIF Nae dan Paruga Nae Manggemaci. Upaya yang sedang dilakukan adalah pembagian nasi bungkus dan air minum pada pengungsi kurang lebih 1.500 bungkus dan melakukan upaya evakuasi masyarakat terdampak.
Hinggal pukul 24.00 Wita, wilayah terdampak menjadi 22 kelurahan di 5 Kecamatan, yaitu  Kecamatan Rasanae Timur 4 kelurahan yakni Kumbe, Dodu, Nungga,  Kodo. Kecamatan Raba 3 kelurahan,  Penaraga, Kendo, Ntobo.
Kecamatan Mpunda 8 kelurahan,  Penatoi, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Monggonao, Panggi, Matakando. Kecamatan Rasanae Barat 6 kelurahan, Tanjung, Paruga, Dara, Sarae, Pane, Nae dan Kecamatan Asakota 1 kelurahan: Melayu. Plt Kabag Humaspro juga menyebutkan penyebab banjir akibat curah hujan di hulu intensitas lebat dan sangat lebat, sehingga sungai Padolo dan sungai Salo meluap ke permukiman dan areal persawahan.

Banjir Setinggi Leher Orang Dewasa Melanda Sakuru dan Woha

Sementara itu, banjir setinggi leher orang dewasa kembali menerjang wilayah Kabupaten Bima pada Minggu (26/03). Kali ini beberapa  wilayah yang terendam yakni Desa Sakuru Kecamatan Monta. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, banjir terjadi akibat tingginya curahan hujan di wilayah tersebut dari sekitar jam 11.20 wita hingga sore hari.
“Sekitar 600 rumah dan lahan pertanian warga terendam banjir setinggi leher orang dewasa. Dan 600 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi di rumah keluarganya dan rumah warga yang tidak terkena banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT., melalui staf pelaksana BPBD NTB, Budi Setiawan, via laporan media sosialnya.
Banjir juga merendam rumah dan areal pertanian warga di Desa Naru, Desa Nisa, Desa Rabakodo, Desa Talabiu dan Desa Dadibou Kecamatan Woha. “Sekitar 350 rumah warga dan lahan pertanian terendam banjir setinggi pusar orang dewasa. Dan akibatnya 350 kk mengungsi ketempat yang lebih aman yang tidak terkena banjir,” cetusnya. Pihak BPBD dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Bima dibantu warga sekitarnya langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan pengecekan serta memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir.
Berdasarkan informasi terakhir yang dihimpun wartawan di Desa Sakuru Monta terdapat sekitar  1. 500 rumah terendam, banjir setinggi leher orang dewasa, 2. 500 KK pengungsi tersebar di rumah keluarganya dan warga yang tidak terkena banjir dan beberapa lokasi Pertanian ikut terendam. Di Desa Naru, desa nisa, desa Rabakoda, desa talabiu, dan dadibou Kecamatan Woha terdapat
1. 250 rumah terendam banjir setinggi pusar orang dewasa
2. 250 KK pengungsi tersebar di rumah keluarganya dan warga yang tidak terkena banjir dan beberapa lokasi Pertanian ikut terendam. (GA. IAG*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.