Header Ads

Korban Banjir di Sapaga Pertanyakan Uang Jadup

Abdul Samad
Kota Bima, Garda Asakota.-
Sejumlah warga yang rumahnya hanyut terbawa banjir bandang Kota Bima akhir Desember lalu, mempertanyakan belum dicairkannya uang jatah hidup (Jadup) yang hingga kini belum mereka terima. Seharusnya, menurut mereka, Pemkot Bima melalui Dinas Sosial (Dinsos) segera mencairkan dana itu pasca penyerahan secara simbolis oleh Menteri Sosial RI, bulan Januari lalu.
Namun nyatanya, bantuan Jadup sebesar Rp900 ribu per jiwa per triwulan itu hingga kini belum juga dicairkan.
 Di lingkungan Sapaga Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima misalnya, ada sekitar 9 KK yang rumahnya hanyut saat banjir bandang akhir Desember lalu mengeluhkan hal itu.  "Uang Jadup yang dijanjikan itu, hingga kini belum juga dicairkan. Padahal segala persyaratan sebagai penerima sudah lengkap dan diajukan ke Dinas Sosial Kota Bima," ungkap Ketua Rt.09, Abdul Samad, kepada Garda Asakota, Senin siang (6/3).
Menurut informasi yang diterima pihaknya, di beberapa Kelurahan dana tersebut sudah dicairkan dan dinikmati masyarakat. Namun hal itu berbeda dengan para korban banjir di Sapaga dan sekitarnya, belum mendapatkan kepastian akan cairnya dana tersebut. Untuk itu, Dul Sama, sapaan akrab Ketua Rt 09 Jatibaru ini, berharap Pemkot Bima melalui Dinsos segera mencairkan dana tersebut. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.