Header Ads

Isu Penculikan, Anak Harus Diawasi

Kota Bima, Garda Asakota.-
Menyebarnya isu penculikan anak sebagaimana santer diinformasikan di media sosial (Medsos) maupun media massa membuat para orang tua dan guru terhimpit ketakutan. Untuk itu diharapkan kepada seluruh orang tua siswa dan juga para guru untuk dapat mengawasi keadaan anak-anak maupun siswanya.  Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Kota Bima, Drs. HM. Noor, SH, kepada Garda Asakota, Jumat lalu (24/3).
Diakuinya,  beberapa bulan terakhir ini, warga Kota Bima telah dihantui dengan informasi penculikan anak yang dimuat di berbagai Medsos. "Informasi ini tentu akan menjadi rasa kehawatiran bagi para orang tua dan juga guru yang ada di wilayah Kota Bima," ungkapnya.
Akibat kencangnya isu tersebut lanjut Noor, saat ini para orang tua siswa, terutama orang tua siswa SDN dan TK, berbondong-bondong menjemput sendiri anak-anaknya.Selain para orang tua siswa menjemput langsung anak-anaknya, diharapkan juga para guru setempat dapat meminta nomor handphone pada orang tua siswa. Tujuannya supaya memudahkan berkomunikasi antara guru dengan orang tua siswa.
“Saya kira dengan cara itu paling tidak kita bisa mengontrol, antara orang tua murid (Siswa, red) dapat berkomunikasi dengan lancar antara guru dengan orang tua murid,” tutur Noor. Mengimbangi isu ini, kata dia, di satu sisi pihaknya bersama tim lainnya akan mengintensifkan program Pemerintah Kota Bima yakni Magrib Mengaji dan Kota Bima Berjakat. "Artinya anak-anak itu akan diajarkan bagaimana memahami ayat-ayat suci Al-Quran dan bagaimana mengamalkan kandungan ayat-ayat suci tersebut," sebutnya. Selain itu, sambungnya,  di setiap kelurahan akan melakukan sosilisasi terkait dengan Perda Perlindungan Anak dengan menggandeng SKPD terkait.
(GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.