Header Ads

Hadapi Pilkada 2018 di NTB, Empat Parpol Rencanakan Koalisi

Mataram, Garda Asakota.-
Menghadapi perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018 di NTB, Empat (4) Partai Politik (Parpol) besar seperti PPP, PAN, HANURA, dan PKB Propinsi NTB, Pada Selasa (14/03), menggelar pertemuan di Sekretariat Partai PPP NTB guna melakukan pembahasan Koalisi Bersama menghadapi Pilkada.
Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Ketua DPW PPP, Hj. Wartiah, Ketua DPD I Hanura NTB, H. Mudahan Hazdie, Ketua DPW PAN NTB, H. Muazzim Akbar, S.Ip. Sementara Ketua PKB NTB, HL. Hadrian Irfani, menurut informasi tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan Umroh.
Tapi pada pertemuan lanjutan nanti, Ketua PKB NTB dikabarkan akan menyediakan kantor PKB NTB sebagai tempat pertemuan Koalisi Parpol berikutnya.  Ketua DPW PPP Propinsi NTB, HJ. Wartiah, kepada wartawan mengungkapkan pembahasan demi pembahasan guna mematangkan rencana Koalisi ini akan terus dilakukan oleh Empat Parpol tersebut. “Insya Alloh hari Minggu (19/03), kami berencana akan menggelar kembali pertemuan di Sekretariat PKB Propinsi NTB guna membahas lebih komprehensif lagi tekait dengan hal ini sekaligus untuk mengukur apakah Koalisi ini akan tetap berlanjut atau seperti apa nanti kita lihat dalam pertemuan malam Senin nanti,” ujar Wartiah kepada wartawan Rabu (15/03).
Salah satu hal mendasar yang juga nanti akan dibahas adalah menyangkut figur Calon Gubernur maupun Calon Wakil Gubernur NTB yang akan diusung. Meski dalam pemberitaan media sebelumnya santer terdengar kabar bahwa salah satu partai dalam koalisi tersebut bakal mengusung figur tertentu. Namun, pihaknya mengaku masing-masing Parpol nanti akan membawa nama-nama figur yang direkomendasikan Parpolnya kemudian akan dibahas secara bersama-sama.
“Semuanya saat sekarang inikan masih sifatnya klaim. Belum ada yang pasti sepanjang belum ada SK Pencalonan yang menguatkannya. Nah inilah yang nanti akan dibahas bersama oleh keempat Parpol ini. Jadi pada pertemuan lanjutannya akan dibahas menyangkut criteria figur yang akan diusung, kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing Parpol dan aspek elektabilitas figure yang akan diusung. Dan yang paling pokok nanti yang akan dibahas adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menang termasuk strategi kita seperti apa?,” cetusnya.
Menurutnya, latar belakang untuk melakukan langkah koalisi ini didasari atas pertimbangan peluang kemenangan dalam Pilkada nanti dengan langkah penyatuan persepsi antar Parpol termasuk elektabilitas figure yang diusung.  “Kekuatan Parpol itu akan lebih besar lagi ketika koalisi ini dilakukan apalagi setiap parpol ini punya struktur sampai ketingkat akar rumput dan terukur kekuatannya lewat keberhasilannya dalam menempatkan Wakil Rakyatnya di Parlemen. Belum lagi dengan kekuatan jaringan dan sayap-sayap partai yang dimilikinya sudah barang tentu akan menjadi modal yang besar dalam meraih kemenangan bersama. Nah jika dihitung perolehan kursi di Dewan saat sekarang ini, total perolehan untuk empat parpol ini yakni ada sekitar 21 kursi. Belum lagi kita hitung di tingkat Kabupaten dan Kota se-NTB ini. Ditambah lagi dengan pamoritas figur yang akan diusung nanti yang sudah barang tentu memiliki kualitas dan pengaruh pada masyarakat. Maka ini yang akan menjadi salah satu factor besarnya peluang kemenangan ketika dilakukan langkah koalisi,” papar Wartiah. (GA. IAG*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.