Header Ads

Yahya, Putra Woha Pejuang Kemajuan Pendidikan Kesehatan di Bima

Foto: Yahya bersama isteri tercinta, Muslimah, S.Sos
Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Sosok, Yahya, S.KM., M.Kes., kelahiran Desa Kalampa Kecamatan Woha Kabupaten Bima, merupakan salah satu Putra Terbaik yang dimiliki oleh Kabupaten Bima. Betapa tidak, dahulu di tengah daerah ini masih kekurangan akan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Kesehatan, Yahya dengan segala kecakapan dan kemampuan yang melekat dalam dirinya, hadir dengan mendirikan Sekolah Menengah Kesehatan (SMK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) YAHYA. Meski dengan jalan tertatih dan sangat berliku, pria ini yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan (Dikes) Bima ini mencoba dengan keras untuk tetap mempertahankan hasil karyanya dengan sekuat tenaga yang dimilikinya dengan satu tujuan mulia yakni memajukan dunia kesehatan untuk tanah kelahirannya.
Menariknya, sosok Abdurrahman, S.Kep. Ners., mencoba mendeskripsikan sosok pendiri STIKES Yahya ini sebagai salah seorang pekerja keras yang memang sudah dididik dari sejak kecilnya untuk giat bekerja dan berusaha. “Beliau (Yahya, red.), saat masih berusia remaja sangat giat membantu kedua orang tuanya bekerja di Sawah menanam tanaman sayuran seperti bawang, tomat dan sayuran lainnya. Dan setelah menamatkan pendidikan SMA-nya, beliau (Yahya, red.), memberanikan diri untuk mengarungi ganasnya samudera Sulawesi untuk menempuh pendidikan di Makassar. Hanya dengan modal nekat. Karena saat itu, beliau tidak memiliki uang yang cukup untuk melanjutkan studi di Makassar. Bahkan di Makassar saat itu, beliau tidak memiliki satu pun kerabat atau keluarga. Yah betul-betul modal nekat,” kata Abdurrahman menceritakan kembali secuil perjalanan hidup Pendiri STIKES YAHYA, tempat Abdurrahman mengabdi sekarang.
Selamat empat (4) tahun menimba ilmu di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Makassar, lanjut Abdurrahman, Yahya diperhadapkan dengan berbagai ujian dan cobaan kerasnya kehidupan di Makassar. Namun, lanjutnya lagi, semangat bertarung Pak Yahya sangat tinggi sehingga setiap cobaan, rintangan dan kekurangan selama hidup di Makassar dapat dihadapi dengan baik. “Sehingga Pak Yahya dapat sukses meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat dan kembali ke kampung halaman untuk membangun kampung halaman yang sangat dicintainya itu dengan membangun Sekolah Menengah Kesehatan (SMK) YAHYA Bima di tanah kelahirannya yakni Desa Kalampa Kecamatan Woha. SMK itu dibangun oleh Pak Yahya diatas tanah milik sendiri dengan dua bangunan berlantai dua (2),” ujar Abdurrahman.
Etos kerja pak Yahya itu begitu tinggi, lanjutnya lagi, hal ini terbukti dengan kerja keras yang dilakukannya siang dan malam tanpa mengenal lelah, hasil dari sekolah yang didirikannya itu membuahkan buah yang manis. “SMK itu akhirnya banyak mendapatkan kepercayaan publik. Sejak tahun 2011 hingga tahun 2017, jumlah total alumninya itu mencapai angka 500 orang alumni,” beber pria kelahiran Desa Ngali ini.
Tidak berhenti di situ, setelah sukses dengan SMK yang didirikannya itu, kata Abdurrahman, Pak Yahya pun terus melanjutkan usahanya untuk memajukan dunia pendidikan Kesehatan di Bima dengan mendirikan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang diberinama STIKES YAHYA Bima yang terletak di Kota Bima dan setelah beberapa tahun kemudian berpindah lokasi di Desa Talabiu Kecamatan Woha. “Disana Pak Yahya membangunnya diatas tanah sendiri seluas lebih kurang satu (1) hektar dengan dua (2) unit bangunan minimalis yang megah dan indah lengkap dengan sarana dan prasarana dan juga SDM yang berkualitas,” tutur Rahman.
Sosok Yahya itu, kata Rahman, berusia masih sangat muda namun dipenuhi dengan kemampuan yang mumpuni dan memiliki segudang ilmu baik politik, budaya, agama, dan tentunya pengetahuan di bidang Kesehatan. “Usia muda itu tidak mesti menyurutkan langkah untuk melakukan suatu Maha Karya Agung bagi Daerah dan Bangsa. Dan Yahya sudah membuktikan akan hal itu mesti harus menghadapi berbagai hambatan, tantangan, cercaan, hinaan bahkan intervensi dari kelompok-kelompok kuat. Akan tetapi, Alhamdulillah pak Yahya bisa mengatasi akan hal itu dan keluar sebagai seorang Ksatria atau Sang Bintang. Disamping karena kemampuannya dalam mencarikan solusi win-win solution dalam setiap permasalahan yang dihadapi. Namun, kata kunci yang juga diberikannya kepada kami yakni taatilah kedua orang tua jika ingin hidup anda sukses,” puji Rahman.
Sosok Pendiri STIKES YAHYA juga menurut Rahman merupakan pribadi yang sederhana, berbudi baik, berkarakter, tegas, penyayang keluarga, humoris, disiplin, peduli pada kesejahteraan staff, visioner, dan suka menolong. “Banyak staffnya yang disekolahkan oleh Pak Yahya ke Perguruan Tinggi ternama untuk melanjutkan studi S2. Beliau itu dikenal juga dengan motivator yang sangat unggul dengan rumusan motivasinya yakni Prinsip 5As Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Mawas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas,” cetusnya.
Abdurrahman pun kemudian mengucapakan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada bapak “YAHYA SKM., M. Kes.” “Semoga do’a terbaik selalu menyertai langkahnya dan bahagia dunia akhirat. Selamat ulang tahun Kampus STIKES Yahya Bima. Tujuh tahun sudah Kampus STIKES YAHYA BIMA yang didirikan oleh Bapak YAHYA SKM., M Kes. yang memiliki dedikasi dan konstribusi yang tinggi terhadap kemajuan proses pendidikan. Banyak hal yang telah kami lalui dengan segala suka-duka yang menyertainya. Ada canda, ada tawa, ada pergumulan bahkan air mata. Ibarat tanah liat yang dibentuk menjadi bejana yang indah, kami pun mengalami proses pembentukan yang tidak mudah, kami dicibir, dikritik, dicacimaki bahkan dipublikasi dengan ketidakbenaran, bahkan diadudomba. Kesungguhan panggilan jiwa kami diuji ketika kami mengalami pergumulan dalam proses pembentukan itu. Namun kami sadar bahwa semua yang kami alami adalah cara Allah SWT untuk menjadikan kami hamba-hamba Tuhan yang bukan saja cerdas tetapi juga hamba-hamba Tuhan yang berkarakter. Semua proses yang telah kami lewati telah menghantarkan kami pada akhir yang membahagiakan dan rasa syukur yang begitu dalam ketika team STIKES YAHYA BIMA mampu melakukan Peningkatan Status Akreditasi dari C ke status Akreditasi B. Semoga Akreditasi Institusinya juga cepat di wujudkan, Aamiin YRA.,” tandasnya. (GA. IAG*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.