Header Ads

Seorang Warga Soroafu Diduga Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Salah seorang warga Dusun Soroafu RT.01/RW.01 Desa Waduruka Kecamatan Langgudu bernama Ibrahim Landa (40 tahun) tewas setelah tertimpa pohon tumbang di sekitaran Pegunungan Pusu wilayah Kecamatan Langgudu pada Sabtu (18/02) sekitar pukul 16.20 wita. Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan media ini, wilayah pegunungan Pusu merupakan salah satu wilayah yang menjadi area penebangan liar oleh sejumlah warga dan pengusaha kayu illegal di wilayah itu.
Korban yang tewas ini menurut informasi merupakan salah satu operasi mesin penebang kayu. Pekerjaan yang digelutinya untuk membiayai tiga orang anaknya yang kini mengenyam pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bima dan duanya lagi masih berstatus sebagai pelajar.
Menurut keterangan salah seorang saksi yang menemukan jasad korban. Jasad almarhum Ibrahim Landa ditemukan tergeletak di lokasi kejadian. Menurut saksi itu, saat ia hendak turun dari pegunungan itu dan hendak kembali kerumahnya, ia mengaku kaget ketika melihat adanya jasad korban yang sudah membujur kaku tidak bernyawa lagi. Seketika itu, ia mengaku berupaya mencari bantuan dari warga yang lain guna mengevakuasi mayat korban ke kampungnya di Dusun Soroafu Desa Waduruka Kecamatan Langgudu.
Kepala Desa (Kades) Waduruka, Ramlin, S.Pd., membenarkan adanya kejadian yang menimpa warganya tersebut. “Kejadian itu merupakan murni kecelakaan kerja dan tidak ada indikasi atau pun dugaan tindak pebuatan lain dari kejadian kematian almarhum Ibrahim Landa,” tegas Kades kepada wartawan media ini saat dihubungi via handphone-nya.
Kades Waduruka menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari saksi Jiko Marwanto yang merupakan buruh pikul kayu pada lokasi snokling daerah itu. Insiden yang menimpa almarhum Ibrahim Landa menurutnya terjadi pada saat jam pulang kerja. Korban yang sedang berjalan pulang tiba-tiba tertimpa sebuah pohon yang telah rapuh. Pohon itu menurutnya jatuh dan langsung menimpa korban hingga mengakibatkan nyawa korban melayang tidak bisa tertolong lagi.
Akibat kejadian itu, korban menurutnya mengalami luka memar di bagian dada dan luka robek di bagian kepala. “Saksi yang menemukan jasad korban lalu meminta bantuan warga lain agar jasad korban dapat dievakuasi. Proses evakuasi korban berlangsung sederhana hanya dengan menggunakan sebuah tandu yang terbuat dari batang kayu dan sarung,” jelas Kades panjang lebar. (GA. 555*).


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.