Header Ads

Sejumlah Tokoh Wera Kecewa dengan Musrenbang

Kabupaten Bima, Garda Asakota,-
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) sejatinya harus memberikan suntikan semangat membangun bagi warga masyarakatnya karena dalam momentum itulah warga masyarakat dapat mengeluarkan uneg-unegnya terkait dengan rencana pembangunan yaag harus dilakukan di desa mereka. Akan tetapi dalam pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Wera yang dilangsungkan pada hari selasa (21/02) di Aula Kantor Kecamatan Wera, justru terlihat banyak Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Wera yang tidak hadir didalam acara yang dianggap sacral untuk perencanaan pembangunan itu.
Selain itu, wartawan Garda Asakota kerap mendengar asumsi yang keluar dari sejumlah tokoh seperti tokoh pemuda dan tokoh pendidikan di Kecamatan Wera yang menilai kegiatan Musrenbang itu hanya sebuah kegiatan yang bersifat seremonial semata dan hanya membuat masyarakat kecewa akibat banyaknya program yang diusulkan tapi tidak pernah direalisasikan.
“Banyak dari hasil Musrenbang di Kecamatan Wera yang sama sekali belum direalisasikan sampai dengan saat sekarang ini. Meski sudah sering kali diusul. Contoh seperti usulan pembangunan Dam Doki yang ada di Desa Wora, itu sudah diusulkan sejak lama sebelum Desa Wora dimekarkan dengan Desa Nanga Wera. Namun hingga sekarang belum ada realisasi sama sekali,” ujar salah seorang Tokoh Pendidikan Kecamatan Wera, Safruddin, S.Pd., dengan nada pesimis.
Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Wera, Furkan, S.Sos. Furkan menilai usulan dari Wera jarang diperhatikan oleh Pemerintah.  Menurutnya, bisa jadi hal itu disebabkan oleh karena utusan dari Kecamatan Wera yang kini duduk di lembaga DPRD Kabupaten Bima, kalah saing dalam memperjuangkan usulan tersebut di tingkat Kabupaten.
“Ditambah dengan kurangnya lobi politik di tingkat legislative. Namun bisa dipastikan usulan dari Wera sering diabaikan. Contoh, sudah berapa kali Dam Isa yang ada di Desa Nunggi itu di usulkan. Tapi belum ada realisasi sampai hari ini, padahal, banyak Desa yang berkepentingan untuk mengairi lahan pertanian di Desa tersebut,” keluh Furkan.
Kekesalan yang sama juga terlontar dari lisan salah seorang Staf UPT Pertanian Kecamatan Wera yang enggan namanya di korankan. Ia menilai Tim yang datang dari Kabupaten juga banyak tidak tau topografi Desa yang ada di Wera, sehingga menurutnya usulan di tiap bidang, di akomidir tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa.
"Usulan di bidang Pertanian, contoh seluruh Desa yang ada di Kecamatan Wera, mau dimasukin semua usulan bantuan penanaman bawang merah, padahal ada juga sebagian Desa yang tidak memiki lahan untuk ditanami bawang. Itu kan percuma," katanya.
Pantauan wartawan, kegiatan Musrembang di Kecamatan Wera sering kali gagal dilaksanakan karna masyarakat tidak puas dengan realisasi hasil usulan. Seperti yang terjadi pada dua tahun sebelumnya, yakni Musrembang tahun 2015 dan 2016 lalu tidak sempat dilaksanakan karna undangan yang diutus dari sejumlah Desa mengacaukan suasana karna merasa tidak puas dengan realisasi program yang di usulkan.  (GA. Nuski*)

1 comment:

  1. bukan cuma wera sj yg merasa diabaikan usulan tetapi barang kali hampir semua kecamatan mengalami hal serupa musrengbang dr tahun ke tahun usulan itu jg tp hasil rata2 nihil jg

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.