Header Ads

Prodi PGSD STKIP Tamsis Gelar “FGD PEMBELAJARAN SD”

Foto: Ketua STKIP TAMAN SISWA, Dr. Ibnu Khaldun.











Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Taman Siswa Bima mengundang seluruh dosen tetap PGSD, beberapa dosen tetap lintas prodi, dan beberapa guru SD berprestasi dari Kota dan Kabupaten Bima dalam “Focus Group Discussion” tentang Pembelajaran SD, Selasa kemarin (7/2). Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr' Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dalam membangun program studi pendidikan guru sekolah dasar menjadi salah satu program studi unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut beberapa waktu yang lalu diadakan juga workshop kurikulum Prodi PGSD, workshop perencanaan, strategi dan metode pembelajaran SD, dan workshop pekerti desain RTM dan RPS Mata kuliah dengan mendatangkan narasumber ahli dari beberapa Univertas ternama.
Menurutnya, kegiatan FGD Pembelajaran SD ini sengaja mengundang para dosen tetap PGSD dan beberapa guru SD berprestasi dalam satu forum agar dapat bertukar pengalaman dan konsep yang dimilikinya. Pengalaman guru SD berprestasi ini sangat bermanfaat bagi para dosen PGSD sebagai acuan dalam merancang RPS dan RTM untuk diajarkan kepada para mahasiswa calon guru SD. "Kegiatan ini juga bertujuan agar para dosen tidak hanya asyik dengan konsep semata yang terus berada di menara gading atau di awang-awang," tegas Dr. Ibnu.
Diakuinya,  dengan pertukaran pengalaman dan konsep yang dimilikinya, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan menghasilkan konsep pembelajaran SD yang lebih relevan dan lebih berbobot lagi ke depan. Didampingi salah satu Dosen, Damhuji, M.Pd, MA, Ketua STKIP Taman Siswa Bima mengatakan bahwa dalam perkembangan anak ada yang dikenal sebagai fase penting yakni fase emas atau lebih dikenal sebagai istilah golden age, di mana perkembangan otak anak mencapai 80%. Usia siswa PAUD dan SD termasuk usia emas. Jika siswa SD dididik dan diajarkan oleh guru yang tidak profesional maka akan menjadi generasi yang tidak dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya dan besar kemungkinan akan menjadi generasi yang gagal, begitupun sebaliknya.
Sebenarnya, salah satu cara terbaik untuk membangun bangsa adalah dengan mendidik anak usia PAUD dan SD dengan baik oleh guru-guru yang profesional. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah pusat dan daerah bertanggungjawab untuk mencetak guru SD yang profesional, apakah melalui beasiswa studi lanjut atau diklat pengembangan profesi.
Dalam FGD ini, diundang tiga narasumber pengantar, yaitu bapak Suhardin, M.Pd guru SD berprestasi dari Kota Bima, bapak Ruslin, M.Pd dan bapak Ikhwan, M.Pd guru SD berprestasi dari Kabupaten Bima. Suhardin, M.Pd memaparkan bahwa mulai tahun pelajaran 2017/2018 pembelajaran di SD harus menggunakan K13. Oleh karena itu, Dosen, Guru dan mahasiswa calon guru SD harus memahami dan menguasai K13 dengan mempelajari beberapa regulasi terkait, seperti PP No. 13 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas PP No.19 tahun 2005 tentang SNP, Permendikbud No. 20 tahun 2016 tentang standar Kompetensi Lulusan, No. 21 tahun 2016 tentang standar isi, No. 22 tahun 2016 tentang standar proses, No. 23 tahun 2016 tentang standar penilaian, dan No 24 tahun 2016 tentang KI dan KD. K13 juga menggunakan pembelajaran tematik terpadu, pendekatan saintifik dengan model-model pembelajaran problem based learning, project based learning dan dicovery learning serta penilaian autentik. Beliau juga mengusulkan agar kurikulum pada prodi PGSD dimasukkan mata kuliah Pembelajaran Tematik di SD.
Sementara, Ruslin, M.Pd, lebih spesifik memaparkan tentang pembelajaran di SD yang kreatif dan inovatif pada mata pelajaran matematika SD. Katanya, bahwa guru SD harus terus mengembangkan metode, media pembelajaran, dan memperbanyak referensi atau meningkatkan kompetensinya. Guru harus mampu memotivasi peserta didik agar tetap fokus dan semangat dalam pembelajaran. Di sini guru dituntut untuk banyak menguasai metode pembelajaran, menguasai kelas dan mampu mengidentifikasi minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik untuk dikembangkan terus. Misalnya, untuk membuat pembelajaran matematika SD menjadi lebih menarik, pak Ruslin, M.Pd mendesain pohon matematika agar peserta didik lebih semangat dan memahami materi pembelajaran. Sedangkan Bapak Ikhwan lebih menyoroti tentang kompetensi guru dan mahasiswa calon guru SD. Katanya, bahwa masih banyak guru SD dan mahasiswa calon guru yang belum memahami profesi guru, membuat RPP, menguasai materi dan menerapkan PAIKEM. Harapannya, ke depan mahasiswa PPL dapat dibina lebih maksimal lagi agar ketika turun PPL di sekolah dapat mengajar dengan baik.
Beberapa dosen tetap PGSD menyadari betul bahwa tugasnya dalam melahirkan guru SD yang unggul dan berkualitas itu tidak mudah, apalagi berhadapan dengan sebagian mahasiswa yang tidak memiliki motivasi dan kedisiplinan dalam belajar. Untuk itu, kadang dosen rela menyediakan waktu khusus untuk membimbing mahasiswanya, memberikan kursus dan pelatihan gratis kepada mahasiswa agar bisa lebih semangat dan disiplin. Alhamdulillah perlahan tapi pasti dengan pengorbanan tersebut sekarang mahasiswa semakin bersemangat dan disiplin dalam belajar dan bahkan bisa meraih prestasi yang lebih baik. Semoga ke depan setelah FGD ini, dosen tetap PGSD semakin kreatif dan inovatif dalam membimbing mahasiswa agar kelak menjadi guru yang profesional dan dapat mendidik serta membimbing siswanya lebih berprestasi. Kata salah seorang dosen, bahwa hanya dosen dan guru yang berkualitaslah yang dapat membuat peserta didik semangat belajar dan meraih prestasi yang dibanggakan. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.