Header Ads

Jaring SNMPTN, SMAN I Madapangga Pungut Biaya, SMAN I Bolo Gratis

Foto: Siswi SMAN-1 Bolo
Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Meski sudah ada penekanan dari Kepala UPTD Layanan Dikmen dan PK Kabupaten dan Kota Bima, Drs. Hafid, MM., pada Jum’at (20/01) lalu di media ini agar pihak sekolah tidak lagi memungut iuran dari orang tua siswa meski itu ada kesepakatan antara sekolah dan orang tua siswa. Namun, himbauan yang didasari oleh adanya Instruksi Presiden ini tidak diindahkan oleh pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Madapangga.
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan media ini, dalam membiayai kegiatan Penjaringan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pihak SMAN I Madapangga ternyata ditengarai memungut dana dari orang tua siswa yang jumlahnya variatif mulai dari Rp100 ribu hingga Rp400 ribu.
“Pungutan itu didasari atas kesepakatan dengan pihak Wali Murid. Sekolah yang terakreditasi B mendapatkan jatah 67 Siswa yang akan diikutkan dalam SNMPTN. Dan sudah 60 siswa yang telah mendaftar,” terang Kepala Sekolah (Kasek) SMAN I Madapangga, A. Bakar, S.Pd., M.Pd., kepada wartawan diruang kerjanya, Sabtu (18/02).
Pelaksanaan penjaringan SNMPTN di SMAN I Madapangga menurutnya membutuhkan biaya untuk mengurus aspek-aspek yang dibutuhkan. “Mengingat siswa tidak bisa mengurus sendiri. Dan hal itu dilakukan bukan atas kemauan sekolah. Tapi itu atas kesepakatan dengan orang tua siswa,” cetusnya.
Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Panitia Penjaringan SNMPTN SMAN I Madapangga, Muhidin, S.Pd., kepada wartawan media ini. Menurut Muhidin, pungutan itu telah disepakati dengan para wali murid. “Dan karena pelaksanaan Penjaringan ini telah dibentuk sebuah Tim. Maka untuk membiayai kerja Tim itu perlu adanya biaya. Kerja Tim itu seperti melakukan rekapitulasi nilai siswa dari semester satu hingga semester lima. Kemudian, pengerjaan sertifikat siswa yang sangat membutuhkan waktu yang lama dan menguras tenaga Tim yang akan bekerja nantinya,” ujarnya.
Beda SMAN I Madapangga dengan SMAN I Bolo dalam proses Pelaksanaan Penjaringan SNMPTN ini. Jika di SMAN I Madapangga, pihak sekolah membebankan biaya Penjaringan itu kepada Wali Murid. Akan tetapi, di SMAN I Bolo justru menggratiskannya dari pungutan kepada orang tua murid.
“Kami tidak bebankan biayanya itu kepada para wali murid. Akan tetapi kami akan bebankan kepada anggaran Sekolah atau dengan catatan bahwa sekolah yang nanti akan mencari dana atau anggaran lain,” ujar Kasek SMAN I Bolo melalui Wakasek Peningkatan Mutu, Sirajuddin, S.Pd., yang juga merupakan Ketua Panitia Penjaringan SNMPTN di SMAN I Bolo.
Tidak dibebankannya biaya itu ke pihak wali murid, menurut Sirajuddin, juga disebabkan karena pihak sekolah hanya berperan dalam proses pelaksanaan pendataan tingkat pertama saja. “Selanjutnya nanti para siswa sendiri yang akan langsung Online,” cetusnya lagi.
Total jumlah siswa yang akan ikut menurutnya yakni sekitar 264 siswa yang terbagi kedalam dua kelas yakni kelas IPA dari 236 siswa yang ikut nanti akan terjaring 118 siswa. “Dan kelas IPS yakni dari 28 siswa yang ikut dan akan terjaring 14 siswa,” paparnya.
Menurutnya, SMAN I Bolo merupakan sekolah yang masuk dalam akreditasi A dimana siswa yang terjaring nantinya akan diambil 50 persen dari jumlah siswa yang dikirim. “Dan perlu kami tegaskan lagi bahwa pihak sekolah tidak memungut biaya dari para wali murid terkait dengan pelaksanaan Penjaringan SNMPTN ini,” tegasnya lagi. (GA. Marlin*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.