Header Ads

Diduga Uang Telah Disetor, Jatah Pupuk Senilai Rp514 juta Lebih Belum Disuplai di Wera

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Ratusan hektar tanaman padi di lokasi percetakan sawah baru Kecamatan Wera Kabupaten Bima kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Salah satu pemicunya adalah akibat tidak adanya sarana pendukung untuk memproses percepatan pertumbuhannya
antara lain yaitu pupuk. Sejak mulai di tanam hingga memasuki umur satu bulan lebih ini,kondisi tanaman padi di sejumlah Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Wera seperti kelompok tani, So Pusu-1, So Pusu-2, So Sondi dan So Paropa, belum juga dilakukan pemupukan. Pasalnya, hingga saat ini, para petani masih menunggu
dropping pupuk dari oknum di Dinas Pertanian Kabupaten Bima.
Padahal pihak kelompok tani diduga sudah menyetorkan uang yang begitu banyak untuk pembelian pupuk Urea dan NPK sejak beberapa bulan yang lalu. Uang yang disetorkan tersebut merupakan uang bantuan Pemerintah yang masuk ke rekening masing-masing Poktan.
Terkait persoalan pupuk Urea/NPK yang belum di dropping ini, Poktan meminta pihak Dinas Pertanian harus bertanggung jawab karena ini semua menyangkut hajatan masyarakat umum. Menurut data-data yang di himpun di lapangan persoalan pupuk Urea/NPK non subsidi yang belum di dropping melalui program Sarana Pendukung Percetakan Sawah Baru 2015-2016 khusus di Kecamatan Wera saja sejumlah 86.050 kg terdiri pupuk Urea 53.000 kg dan pupuk NPK 33.050 kg. Kalau di uangkan untuk pupuk Urea 53000x5400 per kg=Rp 286.200.000. Kemudian untuk pupuk NPK 33.050x6900 per kg =Rp228.045.000, sehingga total jumlah uang untuk pupuk kelompok tani sebesar Rp514.245.000.
“Dan itu baru sebagian saja Poktan yang sudah menerima jatah pupuknya. Dan sebagian besar lainnya belum menerima jatah yang semestinya sudah harus mereka terima,” aku KUPT Pertanian Wera, H. Idris, saat dikonfirmasi wartawan di kantornya. Idris mengaku tidak ingat persis berapa jumlah Poktan yang menerima program suplai pupuk itu. “Tapi yang saya tahu jumlah pupuk yang harus Poktan terima di Kecamatan Wera ini adalah sebanyak 53 ton UREA dan 42,6 ton NPK. Semuanya itu dalam bentuk pupuk Non-Subsidi dengan hitungan harga untuk UREA adalah Rp6.900 per kilogram dan NPK seharga Rp5.400 per kilogram. Sehingga total jumlahnya adalah sebesar Rp. 365.700.000.- untuk UREA dan sebesar Rp. 230.040.000.- untuk NPK” beber Idris.
Sementara itu, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) berjanji akan melakukan pengecekan informasi ini ke pihak Dinas. "Terima kasih informasinya, nanti kita akan cek di Dinas," ucapnya merespon konfirmasi wartawan koran ini, Jumat pagi (10/2).  (GA. 222/Nuski*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.