Header Ads

Tak Ada Sosialisasi Warga Jatiwangi Protes Tanahnya Diambil untuk Pelebaran Sungai

Kota Bima, Garda Asakota.-
Salah satu warga lingkungan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima memprotes saat lahannya di Persawahan So Lacici lingkungan Jatiwangi Asakota diambil begitu saja untuk pelebaran sungai tanpa adanya pemberitahuan kepada yang bersangkutan.
“Kami tidak pernah dipanggil atau didatangi ke rumah untuk sosialisasi atau pemberitahuan bahwa lahan milik kami akan diambil untuk pelebaran sungai. Informasi dari Kelurahan saja tidak ada, kok langsung kerja begitu?," cetus Agamawan, SE, kepada Garda Asakota, Kamis (26/1).
Menurut Edi, pelaksana mulai mengerjakan proyek normalisasi itu di kawasan So Lacici sejak Rabu kemarin (25/1) dengan rincian 3 meter kanan dan 3 meter kiri.
"Ini belum termasuk lahan kami yang dipakai untuk urukan tanah, jadi totalnya bisa kena 6 meter kanan dan 6 meter kiri dari tebing sungai. Jangankan bicara ganti rugi, diundang saja untuk sosialisasi tidak," cetusnya.
Seharusnya aparat Kelurahan ataupun Pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga masyarakat terutama kepada para pemilik lahan. Dalam persoalan ini dirinya menuntut sebuah keadilan sebagai masyarakat kecil, bukan diperlakuan seenaknya saja.
"Apalagi ini menyangkut kinerja Pemerintahan, tentunya ada prosedur-prosedur yang harus dilewati," tutur pegiat Sosial ini. Edi menyebutkan, ada banyak warga yang tanahnya diambil untuk kepentingan pelebaran sungai. Meski diakuinya ada juga warga yang ikhlas tanahnya diambil, namun hal itu tidak berarti Pemerintah tidak memikirkan dampak kerugian yang diderita warga. "Okelah tidak bicara ganti rugi, tapi paling tidak kami sebagai pemilik lahan diundang untuk sosialisasi," cetusnya.
Sementara itu, Lurah Jatiwangi, Muhammad, S.Sos, yang dimintai tanggapannya justru hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara resmi adanya proyek normalisasi sungai di wilayahnya. "Terus terang saja sampai hari ini saya belum terima informasi resmi," akunya, Kamis siang.
Dirinya mengaku tidak bisa melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat terkait dengan adanya proyek tersebut, karena acuannya tidak ada. "Masa mau sosialisasi, sementara surat yang menjadi pegangan saya tidak ada. Nanti kalau warga bicara apa-apa, saya mesti jawab apa?," tandasnya singkat. (GA. 212*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.