Header Ads

Ratusan Siswa SDN-21 Kobi Senang Terima Uang Tunai dari Program Indonesia Pintar

Kepala SDN-21 Kota Bima, H. Mustamin
Kota Bima, Garda Asakota.-
Sebanyak 578 siswa SDN 21 Kota Bima mendapatkan bantuan dana dari pemerintah melalui PIP (Program Indonesia Pintar) Senin lalu (23/1). Ratusan siswa ini, kata
Kepala Sekolah SDN-21,  H. Mustamin, mulai dari jenjang Kelas 1 hingga Kelas VI. "Terus terang kami kaget sekaligus bahagia dengan adanya bantuan ini dan kami anggap ini adalah Rahmat Allah setelah bencana banjir di Kota Bima," ujar Kepala SDN-21 Kobi di sela-sela pencairan dana.
Biasanya, kata dia, hanya beberapa anak saja yang mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah, namun kali ini pihaknya mendapatkan dana yang lebih banyak.
Dia merinci, pembagian dana PIP ini untuk kelas 1 sebesar Rp225 ribu sementara untuk kelas 2 sampai kelas 6 itu masing masing Rp450 ribu per siswa. "Kami sudah sampaikan pada wali murid untuk menggunakan dana tersebut demi kepentingan sekolah anak anaknya bukan untuk hal lain," tuturnya seraya menyebutkan bahwa dalam pembagian dana PIP ini tidak ada pungutan atau pemotongan untuk apapun kecuali wali murid sendiri yang ingin beramal jariah untuk pembangunan mushola.
Diapun menegaskan bahwa, bantuan yang dibagikan ini adalah dana dari PIP bukan dana untuk korban banjir. Meski demikian, diakuinya, karena dana yang keluar ini adalah dana berdasarkan data Dapodik yang masuk pada tahun lalu sehingga dalam proses pembagiannya tidak semua siswanya mendapatkan dana PIP ini karena namanya tidak tercantum dalam draft nama siswa penerima. "Dari 578 siswa kami ada sekitar 30 siswa yang tidak terdaftar dan kenapa sampai tidak terdaftar saya sendiri tidak tahu pasti," jelasnya. Terkait anak-anaknya yang belum tercover ini, pihaknya mengaku akan tetap berjuang maksimal.  "Kami akan coba lakukan koordinasi dengan pihak Diknas," tegasnya.

Sementara itu,  salah seorang wali murid yang turut mendampingi anaknya menyampaikan terimakasih yang tiada terhingga pada pihak sekolah dan pemerintah atas bantuan yang dibagikan.  "Kami seperti bermimpi saja mendapatkan bantuan ini. Apalagi sekarang kami benar benar dalam kondisi sangat membutuhkan pasca banjir," ucap orang tua wali murid, Rita (43 tahun). (GA. Tony*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.