Header Ads

Paox Iben : Kampanye Besar Tanam Jagung Picu Terjadinya Banjir

Foto: Paox Iben
Mataram, Garda Asakota.-
Tingginya intensitas banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Bima selama hampir satu bulan terakhir ini menjadi suatu bahan keprihatinan tersendiri bagi salah seorang aktivis lingkungan yang tinggal di Kota Mataram.
Pecinta Lingkungan dan penulis Novel, Paox Iben, menuliskan rasa keprihatinannya terhadap parahnya kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di NTB yakni di Kota dan Kabupaten Bima, di salah satu akun media sosialnya, Jum’at (20/01).

“Sesampai di Sumatera dalam rangka tour keliling Indonesia bila hari. Saya juga aktif berkampanye tentang kerusakan lingkungan akibat penanaman sawit. Ternyata di Kampung sendiri, kondisinya sama parahnya. Dalam satu (1) bulan terakhir ini terjadi banjir bertubi-tubi. Tidak hanya di Kota Bima, tetapi juga terjadi di beberapa wilayah. Seperti yang terjadi siang ini di Kore dan daerah lainnya, Jum’at (20/01),” ujar pria yang berambut seperti ‘sorban’ ini penuh nada prihatin.
Menurutnya, alam yang mengamuk ini tentu ada sebabnya. Dan jika kita telusuri, katanya,  ini juga tidak lepas dari kampanye besar-besaran tanam jagung yang dilakukan oleh Pemerintah daerah. “Sejak di gulirkannya program PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput laut) ini penanaman jagung begitu masif. Harga jagung ini sempat jatuh, tapi sejak kedatangan Presiden Jokowi pada puncak peringatan meletusnya Tambora th 2015 silam, harga komoditas unggulan NTB ini naik pesat. Akibatnya masyarakat semakin ramai menanam jagung. Sepanjang pulau Sumbawa, terutama Dompu dan  Bima hutan-hutan diterabas habis untuk tanam jagung,” cetus Penulis Novel terkenal diantaranya Medulla Sinculasis dan Tambora 1815. Pihaknya  meminta dengan tegas agar Pemerintah perlu melakukan evaluasi total terhadap program PIJAR ini. “Dan harus bertanggungjawab penuh terhadap kerusakan alam yang terjadi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk Mensejahterakan masyarakat, tetapi tidak dengan cara merusak alam. Kedepan pilih Gubernur yang pro lingkungan saja,” tandas pria yang bernama lengkap Paox Iben Mudhaffar, Alumni Filsafat IAIN (Sekarang UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.