Header Ads

Normalisasi Sungai, Warga Mengaku Tak Lagi Khawatir Akan Banjir

Kota Bima, Garda Asakota.-
Banjir bandang yang menerjang Kota Bima bulan Desember lalu masih menyimpan rasa trauma serta dihimpit ketakutan. Namun melihat upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah saat ini seperti normalisasi sungai maupun drainase, rasa trauma dan ketakutan itu tak dihawatirkan lagi.  Ini diakui Sahrul warga Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, Rabu (25/1), saat menyaksikan salah satu alat berat yang sedang mengeruk bibir sungai di kawasannya.
“Terus terang saja, sebelum dilakukan normalisasi sungai, rasa trauma masih terasa. Kini, setelah dilakukan normalisasi sungai, InshaAllah tak ada lagi kekhawatiran karena badan sungai ini sudah cukup besar dan lebar, kecuali dengan kondisi ini Yang Maha Kuasa Menghendaki lain,” ungkapnya kepada Garda Asakota.
Mengingat kembali kondisi banjir yang meluap di wilayah Kelurahan Rabadompu baik Timur maupun Barat, diakuinya sangat mengkhawatirkan. Karena arus air saat itu, kata dia, mampu menggenangi sejumlah rumah warga. Tak hanya itu, saat menyaksikan kondisi banjir saat itu, arus air diibaratkannya tsunami. “Selama hidup baru kali pertama Saya melihat derasnya air yang begitu besar. Wajar bila warga merasa trauma akan kejadian itu. Bahkan dengan intensitas hujan kecil saja, warga sudah merasa takut dan memulai mengemas barangnya,” cetusnya.
Pihaknya berharap bencana di penghujung tahun 2016 itu tak lagi terjadi di Kota Bima. Apalagi saat ini, kata dia, jalur-jalur utama sungai sedang dilakukan normalisasi. Atas berbagai upaya tersebut, dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Bima, Provinsi maupun Pemerintah Pusat yang telah merespon masalah ini dengan cepat. “Moga saja dengan dilakukan normalisasi sungai maupun drainase, banjir bisa diatasi,” harap Sahrul.  (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.