Header Ads

NKJ Merasa Dirinyalah yang Dilaporkan Bupati Bima ke Polisi

Ilustrasi
Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Pemilik akun Facebook (FB), NKJ, merasa dirinyalah yang dilaporkan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP) ke Penyidik Polres Kabupaten Bima. Hal itu diakuinya saat dikonfirmasi wartawan via FB-nya, Rabu sore (25/1). “Yang jelas iya, siapa lagi yang memiliki akun NKJ kecuali Saya,” sahutnya kepada Garda Asakota.
Meski merasa dirinya yang dilaporkan ke Polisi, namun NKJ tampaknya belum bisa berkomentar banyak terkait dengan laporan yang mengarah pada dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik Bupati Bima tersebut.  Pria yang juga dikenal sebagai aktivis ini mengaku akan melihat perkembangan progress dari laporan Bupati Bima terlebih dahulu. “Kita lihat dulu proses perkembangan laporan tersebut,” pungkasnya singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Rabu pagi (25/1), mengakui telah melaporkan salah satu akun FB ke Penyidik Polres Kabupaten Bima. Melalui Penasehat Hukumnya,  laporan tersebut telah bergulir beberapa hari lalu. Namun sayangnya, Bupati enggan menyebutkan siapa nama dari akun FB yang dilaporkannya itu.
"Semuanya sudah Saya serahkan ke Penasehat Hukum (PH),  Pak Syaiful Islam," aku Bupati yang kerap disapa Umi Dinda ini kepada Garda Asakota via Ponselnya.
Sementara itu, PH Bupati Bima, Syaiful Islam, SH, yang dikonfirmasi wartawan Rabu pagi mengakui pihaknya telah melaporkan salah satu akun FB,.inisial NKJ, ke Polres Kabupaten Bima di Panda. "Ada salah satu materi statusnya yang kami anggap telah menyerang pribadi Bupati. Untuk pembelajaran, kita sudah laporkan pemilik akun tersebut ke Polres Panda," ungkapnya tanpa menyebutkan nama lengkap dari inisial NKJ tersebut.
Syaiful mengaku, semua status NKJ yang diduga bernuansa penghinaan sudah di lock oleh pihaknya. Dia juga menegaskan, jika saja status itu tidak menyerang pribadi Ibu Bupati maka pihaknya tidak perlu melaporkan yang bersangkutan. "Tapi ini sudah menyangkut pribadi (privasi, red) dan bernuansa penghinaan. Kalau ranah Pemerintah, silahkan mau ngomong apa saja. Tapi ini sudah menyerang pribadi seseorang," tegasnya. (GA. 212*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.