Header Ads

Dampak Banjir Sape, 700 KK Berpotensi Menambah Jumlah KK Miskin

Kabupaten Bima, Garda Asakota.- Dampak luar biasa yang diakibatkan oleh terjangan banjir bandang pada tanggal 21 dan 23 Desember lalu di Kecamatan Sape diprediksikan akan menambah populasi warga miskin. “Saya prediksikan akan ada penambahan jumlah KK Miskin di Kecamatan Sape. Hal ini diakibatkan oleh besarnya kerusakan dan kerugian yang dialami oleh para petani Kecamatan Sape akibat kerusakan sejumlah infrastruktur DAM dan Persawahan masyarakat yang sedang ditanami bawang, padi dan jagung,” keluh Sekretaris Kecamatan Sape, Muhammad Akbar, S.Ip., MM., kepada wartawan media ini, Rabu (04/01).
Harga bibit bawang saja, menurutnya, berkisar Rp3,5 juta per kwintal. Kalau lahan yang mereka miliki berkisar minimal satu (1) hektar, katanya, maka para petani itu membutuhkan bibit bawang sekitar satu (1) ton. “Maka untuk kebutuhan bibit saja, akibat dari terjangan banjir itu, para petani telah rugi sekitar Rp35 juta. Ditambah dengan biaya untuk pengolahan tanah, mereka mengalami kerugian sebesar Rp51 juta per hektar,” papar Akbar. Jumlah petani Kecamatan Sape yang berpotensi sebagai KK Miskin akibat terjangan banjir itu berkisar 700 KK. “Dan mereka sangat berharap agar ada prioritas tanggap darurat yang dilakukan oleh Pemerintah serta pemberian ganti kerugian bibit mereka yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir,” cetus Akbar. Terjangan banjir beberapa waktu lalu menurutnya, merusak sejumlah infrastruktur, persawahan dan menggenangi pemukiman penduduk. “Total kerugian itu kita perkirakan sebesar Rp9,8 Milyar. Ada sekitar tiga DAM yang tanggulnya jebol yakni Dam Kalate Jia, Dam Sape, dan Dam Rababou Rasabou. Sementara sekitar 600 hektar lebih persawahan rusak dengan tanaman yang ditanami petani yakni bawang, padi, kacang dan jagung,” tambahnya. (GA. IAG*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.