Header Ads

SDN-21 Kota Bima Ikut Lomba Marching-Band tingkat Provinsi NTB

Kota Bima, Garda Asakota.-
Group marching-band Gita Nada SDN-21 Kota Bima mengikuti lomba marching-band tingkat Provinsi NTB dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Mataram yang ke-54 yang dirangkaikan dengan HUT NTB ke-58 di Kota Mataram.
Mereka ini secara resmi dilepas oleh Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, Kamis (15/12) di halaman SDN-21 Kota Bima. Wakil Walikota menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Sekolah dan para guru SDN-21 Kota Bima.
Dia berharap langkah ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah yang lain. “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada anak-anakku yang akan mengikuti lomba marching-band.
Aktivitas kalian dalam pasukan marching-band akan sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter,” ucapnya.
Dikatakannya, drum-band atau marching-band adalah paduan antara seni musik, keterampilan baris-berbaris, kerjasama tim dan kekuatan fisik. Dengan jumlah anggota tim yang mencapai puluhan hingga ratusan, grup marching band belajar untuk saling beradaptasi, menerima dan memahami perbedaan untuk kemudian bergerak bersama dalam keharmonisan irama menampilkan satu pertunjukkan megah. Marching band juga mendidik anak cara bersosialisasi dan berorganisasi.
“Namun utamanya adalah anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki disiplin tinggi. Telat satu menit saja datang latihan, akan berdampak pada kekompakan grup. Nilai kedisiplinan inilah yang sedang kita giatkan untuk diterapkan pada semua lapisan masyarakat Kota Bima, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sementara itu, menurut penjelasan Kepala SDN-21 Kota Bima, Drs. H. Mustamin, anggota pasukan drum band langsung diberangkatkan dengan menggunakan bis, Kamis siang. Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota karena selalu memberikan dukungan bagi pembinaan dan pengembangan sekolah.
Pantauan langsung wartawan, acara pelepasan group marching-band ini dirangkaikan dengan peresmian musholla SDN-21 yang dibangun secara swadaya oleh pihak sekolah maupun orang-tua murid.  “85 porsen anggaran pembangunan mushola bersumber dari dana swadaya yang dikumpulkan oleh guru, kepala sekolah dan orangtua murid maupun masyarakat luar sekolah,” akunya.
Diakuinya, setiap pancairan tunjangan sertifikasi, para guru SDN 21 Kota Bima menyisihkan pendapatan untuk infak dengan nominal Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per orang. “Tujuan kita adalah sebagai bentuk investasi akhirat. Harapannya, apa yang sudah kita bangun bisa bernilai pahala. Insha’Allah,” katanya.
Pada kesempatan itu pula, Wakil Walikota juga berharap semoga mushola SDN-1 Kota Bima dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk belajar ilmu agama, membangun wawasan keagamaan serta membangun karakter.
“Semoga dengan aktif dalam kegiatan keagamaan, dapat membentengi anak-anak kita dari godaan narkoba, miras, serta ajakan untuk mengikuti paham radikal”, harap Wakil Walikota yang saat itu turut hadir bersama Plt. Sekda Kota Bima, Drs. Mukhtar Landa, MH dan Asisten III Setda Kota Bima, Drs. Suriadi, M.Pd. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.