Header Ads

Kerugian Tembus Rp1 Trilyun, Warga Berharap Presiden Tetapkan Menjadi Bencana Nasional


Foto: salah satu rumah warga yang terkena banjir (Jack GA)
Kota Bima, Garda Asakota.- 
Dahsyatnya terjangan banjir bandang yang melanda Kota Bima pada tanggal 21 dan 23 Desember lalu membawa dampak yang sangat besar terhadap rekonstruksi kehidupan social dan moral masyarakat Kota Bima. Banjir bandang yang menerjang Kota Bima itu, tidak saja meninggalkan sisa trauma secara fisik dan psikologis, tapi juga telah meninggalkan begitu banyak kerusakan di berbagai sendi kehidupan seperti banyaknya infrastruktur yang hancur, sarana-sarana public yang mengalami kerusakan yang sangat berat, ribuan rumah penduduk yang rusak, hancur dan musnah tergerus banjir. Terjangan banjir dahsyat itu menjadikan Kota Bima ibarat Kota Kubangan Lumpur dimana bau bangkai binatang bertebaran dimana-mana. 

 “Dengan dahsyatnya kerusakan yang diakibatkan oleh terjangan banjir bandang itu. Mari kita semua, seluruh masyarakat Kota Bima dan Kabupaten Bima, menengadahkan tangan memohon kepada Alloh SWT agar Alloh SWT menggerakan hati Presiden RI Jokowi sehingga beliau dapat menetapkan bencana Banjir Bandang Kota Bima menjadi Bencana Nasional, Aamiin YRA,” tulis salah seorang warga Kota Bima, Bezed Yusuf, di akun Facebooknya, Kamis (29/12). 

Tingginya dampak kerugian secara material yang diakibatkan oleh hempasan banjir bandang yang menembus angka lebih dari Rp1 Trilyun itu, menurut Bezzed, hanya bisa direcovery secara focus melalui pendanaan Pemerintah Pusat. “Dan untuk merecovery serta merekonstruksi semua kerusakan itu, tidak akan mampu dipenuhi oleh APBD Kota Bima maupun oleh APBD Provinsi NTB. Kita semua berharap agar penanganan perbaikan infrastruktur , sarana public, hunian dan pedestrian Kota Bima sepenuhnya menjadi tanggung jawab Negara alias Pemerintah Pusat,” cetusnya. 
Pihaknya juga berharap, dengan kehadiran para pejabat Negara yang melihat langsung tragedy Banjir Bandang di Kota Bima seperti kehadiran Wakil Presiden RI, HM. Yusuf Kalla,, Mensos, Khofifah Indarparawansa, Panglima TNI, Mendikbud RI, Kaban BNPB, Dirjen SDA KemenPUPERA, Waka I DPD RI Irjenpol (Purn) Faruk Muhammad, Waka DPR RI Fahri Hamzah, Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, dan begitu banyak pejabat pusat maupun propinsi lainnya yang sudah datang melihat dan atau meninjau langsung dampak banjir bandang itu bahkan turun langsung membantu para korban bencana. 
 “Semoga kehadiran mereka ditengah-tengah lokasi bencana dapat menjadi salah satu dasar bagi Presiden RI, Jokowi, agar dapat menetapkan bencana banjir Kota Bima menjadi Bencana Nasional agar penanganan perbaikan infrastruktur, sarana public, hunian, saluran dan pedestrian kota sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat,” harap Bezzed. (GA. 211*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.