Header Ads

Dana Rp10 M Dikucurkan Untuk Cash of Work

Kota Bima, Garda Asakota.- 
Memasuki hari keenam paska hempasan banjir bandang yang menerpa Kota Bima pada tanggal 21 dan 23 Desember lalu. Intensitas pemulihan Kota Bima terus dilakukan oleh Pemerintah. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Mohammad Rum, dana sebesar Rp10 Milyar pun digelontorkan dan masuk ke rekening BPBD Kota Bima guna mendukung Cash of Work masyarakat yang membersihkan rumah dan lingkungannya. “Selain itu telah bergerak truk dari Kota Mataram yang akan membawa 10 ribu lembar sarung untuk para pengungsi,” tambah Rum melalui siaran persnya, Rabu (28/12).
Menurutnya, dalam memulihkan aspek kesehatan masyarakat yang terkena dampak bencana banjir, saat sekarang sudah ada Rumah Sakit (RS) Lapangan Mabes TNI yang digelar di Conventional Hall Kota Bima atau di wilayah Paruga Na’e. Personil yang datang dengan menggunakan KRI Bintuni tersebut berjumlah sekitar 285 orang yang terdiri dari 80 personil Kesehatan dan 205 Pasukan Serbaguna yang bisa dimanfaatkan Korem dan Kodim untuk perkuatan. Pada Selasa lalu (27/12), menurut Rum, pasien yang dirawat di RS Lapangan Mabes TNI itu berjumlah 80 orang warga dengan penyakit yang diderita seperti diare dan sakit kulit atau gatal-gatal. “Ada juga dua (2) orang yang dirawat karena menderita dehidrasi. Sementara pasien yang sakit akibat banjir yang dirawar di RSUD Bima sampat saar sekarang ini Selasa (27/12) adalah sekitar 12.443 orang pasien dengan jenis penyakit yang diderita seperti pegal, Ispa, Kulit, Gatal, Panas, diare dan hipertensi,” katanya. Berkaitan dengan aspek kelistrikan, menurutnya, pada Selasa (27/12) tinggal satu (1) travo yang masih belum aktif dari 201 travo yang ada di Kecamatan Rasana’E Timur seperti Kelurahan Nungga Lingkungan Kabanta karena masih longsor. Dalam aspek pembersihan lingkungan, dikatakan Rum bahwa kurang lebih 650 orang warga yang membantu TNI Polri dalam mengangkut sampah dengan kekuatan truk sampah sekitar 70 unit. “Untuk pembersihan sekolah sudah mencapai tingkat 50 persen. Dijamin tanggal 30 Desember ini ruang kelas belajar sudah siap digunakan,” tegasnya. Sementara, menurutnya, di perkampungan warga masih banyak timbunan sampah yang belum dibersihkan. “Untuk terminal bus sendiri, sudah mampu dibersihkan sekitar 80 persen. Empat Puskesmas sudah bersih dari lumpur dan sampah. Dan dua (2) Puskesmas lainnya masih belum selesai pembersihannya. Untuk PKU Muhammadiyah dan RS STIKES sudah selesai dibersihkan dan untuk PKU Muhammadiyah Rabu (28/12) ini secara resmi akan aktif menerima pasien lagi apalagi didukung dengan peralatan baru yang dimiliki oleh PKU Muhammadiyah,” ujarnya. Dukungan peralatan kebersihan dari BPBD Provinsi yang tiba di Kota Bima subuh tadi (Rabu, 28/12), yakni Lima Ribu Paket Kebersihan seperti ember, pel tangkai, kalbol, deterjen, Dua Ribu unit sekop, Lima Ribu Karung Plastik untuk sampah lumpur, Tiga Ratus Sarung Tangan, Dua ratus Unit Kereta Dorong (Arco), Dua Puluh Ribu Masker, Seribu Lima Ratus dos mie instan, Seribu Lima Ratus Dos air mineral kemasan, Tiga Ratus Pasang Sepatu Karet, dan Satu Paket Obat-obatan. Untuk dapur umum dan pengungsi, menurutnya ada penambahan Tiga Titik Dapur Umum yakni di Tanjung, STKIP dan Penaraga sehingga menjadi Tujuh Belas Titik. Kemampuan pasok nasi bungkus per hari adalah sekitar 21.700 bungkus. Jumlah pengungsi berkurang menjadi 6.900 jiwa dari sebelumnya 8.491 jiwa. “Persediaan beras sisa 9 ton sedang diminta ke Dolog Provinsi 100 ton lagi. Mabes TNI membantu mie instan, beras dan pakaian, untuk angkanya belum didapat secara pasti,” ujarnya. Berkaitan dengan penilaian kerusakan, menurutnya, assessment sarana pendidikan sudah selesai tinggal di SK kan oleh Walikota. Sementara assessment kerusakan perumahan warga sudah pada 13 Kelurahan. “Data belum ditabulasi. Besok akan diproses lanjut dan dilanjutkan untuk kelurahan yang belum. Sementara untuk rumah ibadah, yang rusak hanya pagarnya saja,” tandasnya. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.