Header Ads

UPTD Pertanian Palibelo Sosialisasi Sistem Tanam Jajar Legowo ke Petani

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
UPT Pertanian Kecamatan Palibelo terus melakukan upaya untuk mensosialisasikan sistem tanam jajar legowo kepada seluruh elemen masyarakat melalui pemerintahan desa dan juga kelompok-kelompok tani yang ada di Kecamatan Palibelo. 
Pantauan langsung Garda Asakota, Senin (20/4), selain dihadiri oleh pembicara dari UPT Pertanian Kecamatan Palibelo, Ir. Hanafi dan Nazamudin, kegiatan yang  berlangsung di aula kantor Desa Padolo, juga dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat serta beberapa undangan dari perwakilan Desa tetangga seperti Desa Dore yang langsung dihadiri oleh Kades, Nasyarudin.
Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Padolo, Lukman, SP, acara dilanjutkan dengan pemaparan program pertanian oleh, Ir. Hanafi. Dihadapan peserta, pihaknya mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi para petani diantaranya kecenderungan petani mendapatkan hasil pertanian yang tidak memuaskan dikarenakan banyak faktornya.
“Salah satu kendala utama yang dialami oleh para petani di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Palibelo adalah kekurangan pupuk, adanya penyakit dan masalah lainnya,” ungkapnya.
Disisi lain, kata dia, para petani selama ini masih melakukan sistem tanam secara manual sehingga tanaman sulit untuk dikontrol dan banyak kekurangan unsur-unsur  hara baik makro maupun mikro.
Untuk itulah, pihaknya menawarkan system tanam jajar legowo kepada para petani.
“Dengan sistem tanam jajar legowo ini para petani mampu memanfaatkan lahan yang sempit tetapi mendapatkan hasil yang memuaskan karena berdasarkan materi sistem tanam model ini dalan 1 HA dapat menghasilkan 8 ton gabah kering,” ujarnya.
Adapun cara menanam model ini, kata  Hanafi, jarak tanamnya yaitu lebarnya 25-50 cm dan pada tiap aras tanam terdapat 2-3 baris tanaman.
Menurutnya, sistem tanam seperti ini selain akan menghasilkan panen yang memuaskan, juga memudahkan para petani untuk memelihara tanaman karena dapat mengurangi pemakaian bahan organik tambahan sepeti pupuk, pemanfaatan pestisida yang berlebihan, sistem pengairannya mudah dan merata sehingga dapat juga mempercepat proses pemanenan atau pengambilan hasil tanam.
“Sistem penanaman seperti ini diharapkan dapat dicoba oleh para petani kita kedepannya baik oleh para petani secara keseluruhan maupun oleh para kelompok-kelompok tani tertentu sebagai langka uji coba atau langkah awal penggunaan sistem jajar legowo ini,” tandasnya. (GA. Imink*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.