Header Ads

Kelurahan Sarae Gelar Lomba Pembuatan dan Pameran Batu Akik

Kota Bima, Garda Asakota.-
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-13 Kota Bima Pemerintah Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat, Rabu (22/4), menggelar beberapa rangkaian kegiatan diantaranya lomba kebersihan tingkat RW, lomba pembuatan batu akik serta pameran batu akik dan festival jajanan khas rakyat.
Bukan hanya warga setempat, agenda ini juga cukup menarik perhatian dari Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, dan Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, khususnya yang berkaitan dengan lomba pembuatan dan pameran batu akik.
“Kenapa batu akik ini menjadi perhatian?, karena fenomena batu akik ini tidak hanya me-Nasional tapi juga  sudah mendunia. Karenanya apa yang tengah dilaksanakan oleh Kelurahan Sarae saya sangat mengapresiasinya,” ungkap Wakil Walikota.
Aji Man, sapaan akrab Wakil Walikota Bima, secara vulgar memuji kinerja Lurah Sarae yang diakuinya sangat jeli melihat dan mengangkat peluang kerja bagi warganya. “Dan kecenderungan warga terhadap batu akik telah mampu merubah dan mengurangi angka penyakit sosial di masyarakat utamanya sabung ayam dan togel, saya kira ini suatu hal yang sangat positif,” ucapnya.
Menyikapi hal ini, pihaknya selaku eksekutif berjanji akan memperhatikan dukungan anggaran untuk pembelian alat pembuatan batu akik khusus bagi warga Kelurahan Sarae. “Kalau pak Ketua DPRD setuju, kami siapkan anggarakan bantuan alat pembuatan akik,” ucapnya sembari melirik Ketua DPRD Kota Bima yang duduk di sebelahnya.
Pada kesempatan itu pula, Aji Man, mengaku bangga dengan Kelurahan Sarae yang secara khusus mengemas acara potensial bagi masyarakatnya dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Kota Bima. “Dari 38 Kelurahan yang ada di Kota Bima yang punya ide dan gagasan untuk menyelenggarakan acara seperti ini dalam rangka menyemarakkan dan memeriahkan HUT ke-13 Kota Bima hanyalah kelurahan Sarae,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, yang mengawali sambutan juga mengapresiasi rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Lurah Sarae dan segenap komponen masyarakatnya, yang begitu tanggap terhadap fenomena yang ada. Bahwa, apa yang dilakukan oleh kelurahan Sarae patut diintervensi oleh pihak eksekutif maupun legislative.
“Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya, eksekutif perlu memberikan bantuan alat dan juga mencarikan pangsa pasar batu akik dengan harapan para pengrajin batu akik tidak hanya mampu membuat cincin namun dapat dikembangkan untuk aksesoris yang bernilai dan bermutu,” ucapnya.

Feri yang juga Ketua DPD PAN Kota Bima mengaku sudah berbisik dengan bapak Wakil Walikota, agar sama-sama mem perjuangkan bantuan alat bagi pengrajin batu akik melalui APBD Perubahan 2015.
Kepala Kelurahan Sarae, A. Faruk, S. ST. Par, M.Si, mengungkapkan bahwa batu akik tidak hanya menjadi fenomena Nasional namun juga membawa dampak positif bagi masyarakat utamanya membuka peluang lapangan kerja terutama bagi masyarakat Kota Bima. “Al-hamdulillah sekarang ada sekitar 37 KK yang berprofesi sebagai penjual batu akik di Kelurahan kami, dimana awalnya mereka belum memiliki lapangan pekerjaan tetap. Sekarang dengan usaha batu akik, minimal mereka dalam sehari menghasilkan antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu,” akunya.
Pihaknya sengaja menghelat acara itu, selain untuk memeriahkan HUT ke-13 Kota Bima, juga sebagai media pemersatu antara warga masyarakatnya.
Juga yang patut dibanggakan, kata dia, berkat aktivitas barunya itu, angka kriminalitas di wilayahnya cenderung menurun seperti sabung ayam dan togel. “Berkat adanya fenomena batu akik, kini angka kriminalitas hampir hilang,” katanya seraya mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan seluruh komponen masyarakat dalam mendukung kegiatan-kegiatan positif di masyarakat. (GA. Hendrawan*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.