Header Ads

Empat Figur Cabup Bersaing Ketat Rebut PAN

Mataram, Garda Asakota.-
Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima saat ini menjadi rebutan figur-figur potensial untuk dikendarai dalam kancah perebutan kursi EA-1 yang bakal dihelat Desember mendatang.
Hal ini bisa dipahami karena Partai yang dilandasi oleh semangat reformasi ini dikenal sebagai salah satu partai yang memiliki kader-kader yang solid dan militan berjuang dalam setiap momentum perebutan kekuasaan baik momentum pileg maupun momentum pilkada hingga berhasil menempatkan kader terbaiknya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bima.
Dalam proses menuju lahirnya putusan final Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, yang diperkirakan akan dirilis sekitar awal Juni mendatang, empat (4) figur potensial yang sangat dikenal luas oleh masyarakat di Kabupaten Bima yakni, Drs. H. Syafruddin HM. Nur, M.Pd, MM, yang saat ini tengah menjabat sebagai Bupati Bima, Drs. H. Zainul Arifin, dikenal sebagai mantan Bupati Bima Periode 2000-2005, Drs. H. Ali Ahmad, politisi senior PAN NTB yang menjabat sebagai Anggota DPRD NTB selama empat periode dan kini menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN NTB, serta Ady Mahyudin, SE., Ketua DPD PAN Kabupaten Bima dan pernah memimpin DPRD NTB Periode 2010-2014, bersaing secara ketat untuk bisa mengendarai kendaraan Politik PAN Kabupaten Bima dalam kancah perebutan kursi EA 1 Kabupaten Bima.
“Saat ini keempat figur itu memiliki peluang yang sama-sama besar dalam merebut kendaraan PAN Kabupaten Bima. Tinggal kita menunggu bagaimana keputusan DPP PAN nantinya setelah mereka melakukan survey terhadap figur-figur itu yang menurut infonya bakal digelar dalam waktu dekat ini,” ujar Ketua Barisan Muda PAN Kabupaten Bima (BM PAN), Hamdan, SH., yang mengaku baru bertemu dengan salah satu pengurus DPP PAN dan mengkonfirmasi terkait persoalan ini, pada wartawan, Rabu (29/4), di Mataram NTB.
Menurut Ketua BM PAN, keempat figur potensial ini masing-masing mendapatkan dukungan yang kuat dari tingkat DPC maupun pada tingkat kepengurusan di tingkat DPD. “Dan mereka memiliki basis massa yang riel. Tinggal bagaimana garis tangan mereka saja yang penentuannya bakal ditentukan oleh DPP dengan didasari oleh hasil survey terhadap tingkat keunggulan atau elektabilitas figur serta tingkat kemampuan mereka dalam menyatukan kembali potensi-potensi kader yang ada dibawah atau yang tersebar di 18 Kecamatan itu hingga semua kader solid kembali dalam proses menuju pertarungan Pilkada,” tandas pria yang akrab disapa Dagon ini. (GA. 211*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.