Header Ads

APII Ingin NTB Bisa Jadi Pusat Wisata Syariah

Mataram, Garda Asakota.-
Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) ingin NTB bisa menjadi pusat wisata syariah di Indonesia. Diantara sembilan provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai destinasi wisata syariah, menurut APII, NTB adalah daerah yang paling siap dengan paket wisata syariahnya.
“Pariwisata NTB harus jauh lebih bermartabat, NTB harus berbenah menyiapkan diri sebagai destinasi wisata syariah dunia. Wisata Syariah  tidak hanya dibutuhkan oleh wisatawan muslim, tapi juga sudah menjadi kebutuhan wisatawan secara umum baik lokal maupun dari mancanegara,” kata Ketua APII NTB, H. Fauzan, Ls, usai bertemu Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi, di kantor Gubernur, Rabu lalu.
Menurut Fauzan, wisata syariah sudah menjadi tren pariwisata dunia. Konsep wisata syariah ini tidak hanya diterapkan di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Tapi juga diterapkan di negara-negara non muslim. “Seperti Jepang dengan Halal Tourism-nya,” imbuh fauzan. 
Sementara itu, terkait adanya keinginan dari sejumlah pihak yang menginginkan pariwisata NTB digarap seperti Bali, Fauzan melihat hal ini kurang tepat. Menurut dia, pariwisata harus dikembangkan sesuai potensi dan kultur daerah masing-masing. “NTB is NTB, Bali is Bali, keduanya tidak bisa disamakan karena memiliki kultur masyarakat yang berbeda,” tandasnya.
Ia juga mengatakan, wisatawan muslim memiliki andil yang cukup besar dalam menyokong pariwisata dunia.
Menurut penelitian dari Crescentrating, katanya, pengeluaran wisatawan muslim dalam suatu perjalanan cukup tinggi. Pada tahun 2011, uang yang dihabiskan wisatawan muslim di dunia mencapai 126 milyar dolar AS atau setara dengan Rp 1.222,1 Triliun.  “Angka ini dua kali lebih besar dari seluruh uang yang dikeluarkan oleh wisatawan Cina yang mencapai 65 milyar dolar AS atau setara Rp 630 Triliun,” ujarnya.
Terkait upaya menjadikan NTB sebagai destinasi wisata syariah ini, Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan juga sangat mendukung. Meski begitu, gubernur mengakui masih banyak tantangan dan hambatan besar yang harus dihadapi ke depan. Menurut gubernur, konsep wisata syariah di Indonesia belum ada bench mark atau contoh dari negara lain.
Sehingga hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan pro dan kontra dalam menyiapkan konsep wisata syariah di NTB. “Apabila persiapan untuk mengusung NTB sebagai daerah wisata syariah tidak matang, maka malah akan berdampak buruk bagi kita. Seperti wisatawan tidak mau lagi berkunjung ke daerah ini,” ujar gubernur. 
Oleh karena itu, kata gubernur, yang terpenting sebenarnya dalam pembangunan industri pariwisata adalah bagaimana menyiapkan dan menjadikan pelaku pariwisata yang jujur dan profesional.
Penanaman nilai moral ini penting dimulai dari attitude, hospitality serta kejujuran dari setiap pelaku pariwisata seperti Tour Guide dan pihak hotel. Gubernur berharap, NTB dapat menjadi daerah wisata islami dan menjadi daerah tujuan wisata keluarga.
“Kita harus mulai memperbaharui sistem pariwisata kita dari hal-hal kecil seperti sertifikasi Halal food dan konsep wisata keluarga, agar mudah dipahami dan tidak membuat kesalah pahaman antar umat beragama,” tutupnya. (GA. Joni/Humas Pemrov NTB).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.