Header Ads

Zulkifli Menang, Muluskan Ady Rebut Calon Bupati Bima

Mataram, Garda Asakota.-
Kemenangan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, dalam Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Bali beberapa hari lalu menyisihkan mantan Cawapres RI, Hatta Rajasa, dan menjadi Ketua Umum DPP PAN dinilai banyak kalangan kian mengukuhkan posisi Ady Mahyuddin, Ketua DPD II PAN Kabupaten Bima melenggangkan kakinya menuju Cabup Kabupaten Bima menyisihkan para pesaing lainnya yang juga ikut mendaftar sebagai Cabup Bima dari PAN seperti, Ali Ahmad, Zainul Arifin, H. Arifin dan sejumlah nama lainnya.
Menurut Wakil Sekretaris DPW PAN NTB, Firdaus Dzuwaid, SH.,MH., kemenangan Zulkifli sebagai Ketum PAN membuka peluang yang sangat besar bagi sosok Ketua DPD II PAN
Kabupaten Bima, Ady Mahyudin, untuk mengendarai PAN menjadi Calon Bupati Bima dibandingkan figur-figur lainnya mengingat DPD II PAN Kabupaten Bima dalam hal ini figur Ady sendiri merupakan pendukung utama dalam kemenangan Zulkifli.
“Ady Mahyuddin adalah bagian terpenting dari kemenangan Zulkifli Hasan. Nah beda konteksnya jika Hatta Rajasa yang menang. Maka sudah pasti peluang Ady juga sangat tipis. Ini sangat berkorelasi kuat dengan irisan politik yang ada,” ujar Firdaus yang juga dikenal sebagai salah satu advokat mapan di Jakarta kepada wartawan via handphonennya belum lama ini.
Sosok Ady memiliki modal yang kuat dalam memenangkan pertarungan ini. Disamping figur Ady dikenal sebagai salah seorang politisi muda yang sudah mapan. Ady juga menurutnya, sosok pemimpin partai yang dikenal berhasil membawa kemenangan PAN di Kabupaten Bima.
“Sehingga dianggap layak mewakili PAN merebut posisi EA-1 di Kabupaten Bima,” tandasnya.
Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyuddin, menanggapi santai pernyataan salah satu dari pengurus DPW PAN NTB. Di matanya, antara M. Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan, sama-sama sebagai kader terbaik dan dicintai oleh kader-kader PAN. “Kalaupun ada bahasa-bahasa yang menganggap ada kemudahan bagi saya untuk mengendarai PAN, yah Al-Hamdulillah.
Tapi, yang perlu diingat PAN akan mengedepankan mekanisme yang ada dalam Partai,” ucapnya. 
Di satu sisi diakuinya, PAN belum secara resmi membuka penjaringan dan pendaftaran bakal calon Bupati Bima karena masih menunggu ketentuan DPP.
“Secara resmi PAN belum membuka penjaringan, tapi secara pribadi saya sudah melakukan komunikasi dan melamar hampir di semua Parpol.
Karena yang perlu diingat bahwa, PAN belum memenuhi syarat mengusung calon sendiri, maka perlu mencari figur dan mengajak berkoalisi seluruh Parpol untuk mendukung pencalonan PAN,” tegasnya. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.