Header Ads

Sejak 5 Januari, Kepala SMA Muhamadiyah Sape Belum Juga Dilantik

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Kisruh persoalan pelantikan Kasek Muhammadiyah terpilih, Subhan, S.Pdi, hingga kini belum ada titik terang. Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadyah Nusa Tenggara Barat (NTB) No.01/Kep/II.0/D/2015 tentang perbaikan surat Keputusan PWM NTB Nomor: 08/KEP/II.0/D/2014 tentang pengangkatan Kepala SMA Muhammadiyah Sape tanggal 5 Januari 2015 bahwa Subhan, S.Pdi diangkat menjadi pimpinan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhamadiyah Sape.
Rupanya, persoalan tidak dilantiknya Subhan hingga saat ini, membuat gerah Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sape.
Ketua  Pemuda Muhammadiyah Sape, Anhar, S.Pd, kepada sejumlah wartawan menilai Ketua  Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Bima tidak konsisten terhadap apa yang direkomendasikan berdasarkan keputusan organisasi.
‘Saya selaku Pemuda Muhammadiyah sangat sedih ketika melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar sementara didalamnya ada kemungkaran,” cetusnya.
Anhar, membantah tudingan bahwa Subhan bukan kader Muhamadiyah. Bahkan diakuinya, Subhan adalah mantan siswa SMA Muhammadiyah Sape, kemudian menjadi Ketua Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Sape, dan sekarang menjabat sebagai anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan (PC M) Sape. “Jadi Subhan ini lahir dari Muhammadiyah, dan justru yang mengatakan Subhan itu bukan kader Muhammadiyalah yang harus dipertanyakan apakah dia lahir dari Muhammadiyah atau tidak,” ucapnya.
Ketua PC Muhammadiyah Sape,  Ridwan H. Abdul Hamid, S.Ag, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya menceritakan bahwa pada awalnya PD Muhammadiyah meminta kepada PC Muhammadiyah Sape untuk memberikan rekomendasi calon Kepala Sekolah.
Menyikapi hal itu, kemudian pihaknya membentuk Tim 5 yang diketuai oleh Fatahullah, S.Pd. Dari hasil seleksi itu, yang mendaftar 8 orang. “Dan dari 8 orang ini dilakukan verifikasi oleh tim 5, dan akhirnya dari 8 orang PC Merekomendasikan 6 orang yaitu Muhammad Siddik, S.Pd, Subhan, S.Pdi, Sahbudin, S.P, Anhar, S.Pd, Muhtar, S.pd dan Salahudin, S.Pt dan 2 orang lainnya Abdul Basyir, S.Pd dan Tasrif, S.Pd  langsung di PD Muhammadiyah, dan melanjutkan Tes Cakep, dari hasil Tes Cakep yang mendapat nilai tertinggi Subhan, S.Pdi, selanjutnya nama tersebut dikirim ke PW Muhammadiyah. 
Sehingga pada tanggal 28 Desember 2014 harusnya dilantik, namun terbentur dengan SK Muhammad Siddik, S.pd.M.pd, akhirnya dibuat kesepakatan agar SK Subhan diamankan  utnuk tidak dilantik sambil menunggu berakhirnya masa jabatan Muhammad Siddik. “Namun kesepakatan ini tidak setujui oleh PW Muhammadiyah sehingga muncul SK tanggal 5 Januari 2015 tentang pengangkatan Subhan, S.Pdi dan mencabut SK Muhammad Siddik, S.Pd.M.Pd,” akunya
Bagaimana tanggapan PC Muhammadiyah terkait isu adanya niat PD Muhammadiyah melantik pihak ke tiga sebagai kepala Muhammadiyah Sape? Ridwan dengan tegas menolaknya, karena dinilai bertentangan AD/ART organisasi Muhammadiyah, juga tidak sesuai dengan hasil keputusan.
Terkait dengan sikap PD Muhammadiyah yang mengatakan bahwa nama Subhan tidak disetujui oleh Bupati Bima? Ridwan menegaskan bahwa berdasarkan hasil pertemuannya dengan Buapti Bima bersama Kadis Dikpora dan KUPT Dinas Dikpora Sape mengatakan bahwa Bupati Bima tidak pernah mengatakan menolak.
“Melainkan menyetujui Subhan dilantik sebagai Kasek Muhammadiyah Sape, dan begitu juga dengan Kadis Dikpora Kabupaten Bima dimana Kadis mengaku PD Muhammadiyah tidak pernah bersurat ke Dinas Dikpora Kabupaten Bima dan atau ke Bupati.
Sementara menurut PD Muhammadiyah sudah bersurat. hal ini tentu menuai pertanyaan terutama dari Sejumlah Pemuda Muhammadiyah apakah PD Muhammadiyah yang benar ataukah Bupati dan Kepala Dinas Dikpora?,” tandasnya. (GA. 333*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.