Header Ads

SDN 49 Kemalingan Satu Unit Laptop dan Computer

Kota Bima, Garda Asakota.-
Maraknya aksi pencurian di wilayah Kota Bima semakin merajalela saja. Pelaku pencurian yang belum tertangkap tersebut membuat warga resah karena sudah sering kali beraksi. Bukan hanya sepeda motor warga yang menjadi target, namun pencuri itu semakin berani dengan masuk ke rumah warga, kantor pemerintahan maupun sekolah-sekolah,
dan menguras apapun barang-barang berharga di dalamnya.
Jika kemarin ada aksi pencurian mesin sanyo di kantor Lurah Rabangodu Selatan dan aksi pencurian computer di kantor Bakesbang Linmas Kabupaten Bima, kali ini Sekolah Dasar Negeri (SDN)-49 Kota Bima harus kehilangan sejumlah inventaris sekolah yakni satu unit Laptop, satu unit Computer dan satu unit Kipas Angin.
Kepala SDN-49 Kota Bima, Hj. Rabiah, S. Pd, melalui guru pengajar,  Nurhayati, yang baru saja pulang dari kantor Polres Bima Kota Bima Senin (9/3), mengaku kehilangan sejumlah inventaris kantor itu baru diketahui sekitar pukul 08.00 Wita setelah sejumlah guru yakni Halimah dan Siti Ma’ani, masuk di ruangan kepala sekolah mencari obat untuk siswa yang pingsan saat upacara. Saat mencari obat dua orang guru ini tak sadar melihat jendela terbuka, rupanya setelah diperhatikan, sejumlah Komputer dan Labtop yang sekian lama berada di meja hilang dengan kondisi ruangan berantakan. “Melihat jendela terbuka dan sejumlah barang tak berada di atas meja, dua orang guru ini memanggil sejumlah guru untuk melihat kondisi ruangan kepala sekolah. Setelah kita masuk dan melihat sejumlah barang itu hilang dan ruangan itu berantakan, kami langsung melaporkannya pada pihak Kepolisian,” ungkapnya. Begitu mendapat laporan, Kepolisian langsung turun untuk melakukan olah TKP.
Nurhayati tidak mengetahui pasti kapan barang-barang inventaris itu hilang. “Kami hanya mengirangira saja, kalau kehilangannya sekitar Minggu malam dan pelakunya hingga saat ini belum diketahui,” tuturnya seraya menambahkan bahwa kejadian kehilangan ini sudah tiga kali.
“Sebelumnya di tahun 2010, telah kehilangan sebuah Televisi yang ditempatkan di ruangan perpustakaan. Kemudian di tahun 2012 lalu, juga kehilangan holder yang dipasang di Musholah dan kali ini kehilangan inventaris sekolah seperti labtop, computer juga kipas angin,” imbuhnya.
Ketika ditanyakan apakah sekolah ada penjaganya?, Nurhayati mengakui bahwa di sekolahnya ada penjaga.
Hanya saja, kata dia, saat itu penjaganya sedang ijin lantaran melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sape Kabupaten Bima. Untuk mengungkap kasus ini, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan. “Semoga saja para pelaku secepatnya ditangkap oleh aparat Kepolisian, dan mendapat ganjran setimpal,” harapnya. (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.