Header Ads

Sampah Menumpuk, Sekcam Asakota Pimpin Gotong-Royong

Kota Bima, Garda Asakota.-
Polemik persampahan di wilayah Kota Bima nampaknya tidak akan pernah kunjung selesai apabila tidak adanya kesadaran kolektif masyarakat untuk mengatasinya.
Seperti kondisi sampah sepanjang jalan Melayu-Kolo Kecamatan Asakota, yang kelihatannya sudah semakin menggunung dan mengundang bau yang tak sedap setiap harinya hingga sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.
Menyikapi persoalan tersebut, Sekertaris Kecamatan Asakota, Sirajuddin, S. Sos, langsung meresponnya dengan menghelat kegiatan gotong royong, Minggu (8/3).
Kegiatan ini melibatkan pejabat kelurahan, TSBK Kota Bima, dan juga melibatkan mahasiswa KKN di empat Kelurahan wilayah Asakota. “Persoalan sampah sudah terjadi sejak dulu, waktu pak Lalu Sukarsana mantan Camat Asakota sudah beberapa kali disosialisasikan kepada masyarakat agar menghentikan aksi membuang sampah sembarangan, baik dengan memasang spanduk atau penyampaian secara langsung untuk tidak membuang sampah.
Tetap tidak diindahkan, saya kira hanya orang-orang yang tidak waras saja yang membuang sampah di sini,” ujarnya.
Yang lebih parah lagi, katanya, ternyata yang mebuang sampah di sekitar kawasan tersebut bukan warga masyarakat Asakota tetapi berasal dari wilayah Raba dan sekitarnya, juga sampah sampah perusahaan.
“Bahkan ada diantaranya yang saya ketahui bahwa sampah itu berasal dari salah satu pertokoan ternama di Kota Bima,” cetusnya. Diakuinya, persoalan ini sudah disampaikan pada Dinas Kebersihan pada akhir 2013 lalu, yang katanya akan dimasukkan di dalam APBD-P, namun kemungkinan tidak terakomodir.
Mengantisipasi merebaknya aksi buang sampah sembarang di sekitar kawasan itu, rencananya ditempat itu akan dibangun dua saung sekaligus sebagai tempat penjagaan.
Dia berharap dengan cara seperti ini persoalan sampah di wilayahnya akan bisa diatasi. “Dan kalaupun cara-cara seperti masih tidak mempan kita akan buat regulasi internal kecamatan dalam bentuk aturan yakni bila di jumpai sampahnya harap di angkut kembali dan kalaupun masih terjadi akan dikenakan sanksi,” tegasnya.
Sementara itu salah seorang pejabat Kelurahan di wilayah Asakota,  Mirafudin, SE, sangat mendukung gagasan Sekcam Asakota tersebut.
Lurah Jatiwangi ini berandai kalau jalan lintas Melayu-Kolo ini bebas dari sampah, maka pihaknya yakin di areal ini tersimpan pesona alam yang memanjakan mata.
Karenanya, dia sangat berharap adanya kerjasama seluruh komponen masyarakat untuk tidak sembarangan membuang sampah di sekitar kawasan tersebut.
Pantauan langsung wartawan, tak ketinggalan pemilik kolam Pemandian BIMA TIRTA, H. Ali Sofyan, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Secara spontanitas pria yang kerap disapa H. Komang ini, langsung menyumbang satu buah saung miliknya. (GA. Hendrawan*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.