Header Ads

Masyarakat Tambora Antusias Sambut FTMD

Mataram, Garda Asakota.-
Masyarakat yang ada di kawasan Tambora (Sanggar, Pekat, dan Tambora) menyambut dengan antusias perayaan Festival Tambora Menyapa Dunia (FTMD) yang akan dihelat 11 April mendatang.
Respon positif dari masyarakat ini menyusul setelah adanya kesepakatan dari pemerintah provinsi (Pemprov) NTB dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)
NTB yang mau mengakomodir dan melibatkan masyarakat sekitar kawasan Tambora sebagai bagian dari panitia pelaksana kegiatan itu sendiri.
Ayaturahman, S.Pd, salah satu tokoh pemuda yang tinggal di kawasan Tambora mengatakan, dilibatkannya masyarakat yang tinggal di kawasan gunung Tambora sebagai panitia pergelaran FTMD merupakan sebuah penghargaan besar yang diberikan oleh dinas Pariwisata NTB kepada masyarakat itu sendiri.
Lewat kegiatan yang dilakukan masyarakat difasilitasi oleh Disbudpar NTB tersebut masyarakat kawasan Tambora bisa menyajikan berbagai aneka kegiatan budaya sebagai bentuk partisipasi dalam mengenang melestusnya gunung Tambora dua Abad silam yang telah menewaskan puluhan ribu masyarakat yang ada di sekitar kawasan gunung Tambora.
“Selain itu, momentum kegiatan inipun akan dijadikan sebagai media untuk memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata yang dimiliki masyarakat agar dikenal oleh pihak luar,” ungkapnya kepada Garda Asakota di Mataram, Rabu (11/3).
Beberapa agenda kegiatan yang rencananya dilaksanakan adalah, pementasan seni budaya Sanggar Tambora yang akan memperagakan berbagai tari tradisional serta kesenian lainnya yang merupakan ciri khas dari masyarakat Tambora, Pawai dan kirab budaya, Pemutaran Film Arkeologi dan Geologi Tambora, Seminar Arkeologi Tambora dan Tapak Tilas sejarah letusan gunung Tambora. “Tempat dari dilaksanakan kegiatan tersebut berlokasi di dilapangan La Hami kecamatan Kore kabupaten Bima,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, pihaknyapun telah merancang kegiatan lain berupa pendakian puncak gunung Tambora yang akan melewati jalur Kore, Piong dan Sanggar. Seluruh kegiatan tersebut akan berlangsung mulai tanggal 10 sampai 15 April mendatang. Mantan aktivis mahasiswa tersebut, berharap melalui kegiatan yang dilakukan pemerintah yang ikut hadir menyaksikannya bisa melirik keberadaan masyarakat yang ada di kawasan Tambora. “Mengingat banyak infratruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat baik berupa sarana jalan, jembatan dan bangunan lainnya rusak parah yang perlu mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah itu sendiri layaknya daerah lain yang ada di NTB,” harapnya.
Ayaturahman juga menkritisi sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yang tidak memberikan anggaran bagi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat tersebut.
“Masa hanya Pemprov NTB saja yang memfasilitasi kegiatan, sedangkan Pemkab Bima sendiri sebagai pemiliki sah wilayah kawasan Tambora tidak peduli dengan kegiatan masyarakat, kan lucu itu,” tudingnya. Diapun berharap agar Bupati Bima tidak menutup mata dengan persoalan tersebut serta bisa memberikan dukungan moral dan materil bagi kelancaran kegiatan yang dimaksud, mengingat kegiatan ini bukan hanya mengangkat citra dan budaya masyarakat yang tinggal dikawasan gunung Tambora berefek positif bagi masyarakat Bima secara keseluruhan ke pihak luar yang akan hadir di acara akbar FTMD tersebut. (GA. Joni*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.