Header Ads

Kepala SDN-39 Intens Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kota Bima,  Garda Asakota.-
Sesuai komitmen kepala daerah untuk memajukan dunia Pendidikan di wilayah Kota Bima, SDN-39 Kota Bima terus menunjukkan eksistensinya terutama di bidang mutu. Meski belum memiliki fasilitas yang memadai seperti sekolah lain yang saat ini juga terus menggenjot prestasinya, SDN-39 tetap selalu siap mengoptimalkan peran dan fungsinya. “Meski sekolah belum memiliki fasilitas yang cukup dibutuhkan oleh siswa dan guru, namun upaya pembinaan terus dilakukan secara maksimal baik terhadap guru dan para siswa untuk giat berkreativitas,” ungkap Kepala Sekolah SDN-39 Kota Bima, Sri Wahyuni, S. Pd, kepada Garda Asakota, Selasa (3/3).
Diakuinya beberapa tahun terakhir sekolahnya terus mendaptkan perhatian dari pihak pemerintah. Seperti di tahun 2014 lalu, sekolahnya didatangi Ketua TP PKK Kota Bima, Hj. Yani Marlina HM. Qurais H. Abidin, yang meminta sekolahnya terus mengembangkan kualitas siswanya maupun mutu guru.
Motivasi dari Ketua TP PKK diakuinya mampu meningkatkan kualitas sekolahnya. “Sebab setiap harinya, selain aktif memberikan mata pelajaran, para guru-guru mengajak siswanya untuk membuat taman dan menanam pohon di lingkungan sekolah,” akunya. Mengutip keinginan Kepala Daerah yang meminta kepada seluruh masyarakat Kota Bima untuk terus menanam pohon, pihaknya juga mengajak warga masyarakat sekitar untuk melakukan penanaman pohon di setiap sudut sekolahnya dengan cara mengambil batang pohon atau dengan cara mencangkok. “Rupanya masyarakat sekitar sangat merespon, dengan alasan dengan menanam pohon sekolah tersebut akan terlihat rapi dan indah,” ucapnya.
Selain itu, kata Sri, untuk mewujudkan sekolah yang sehat, SDN-39 memiliki  program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), artinya siswa dan para guru-guru harus membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun. “Program ini merupakan program yang dicanangkan oleh Ketua TP PKK Kota Bima yang dipusatkan di SDN-39. Sejak itu, saya wajibkan kepada semua siswa dan guru untuk mencuci tangan, lengan tangan dan kuku.
Dan pola ini saya yakin akan menjadi contoh yang baik bagi para siswa,” tuturnya. Memberikan yang terbaik bagi siswanya, di sekolahnya juga sepakat membentuk program Budaya Baca Al-Quran bagi siswa,  budaya baca buku dan budaya Senyum, Salam, Sapa. “Program ini penyentuh jiwa anak yang sesungguhnya tidak bisa dilakukan oleh teknologi apapun,” imbuhnya.
Sri menambahkan, untuk meraih kesuksesan dan cita-cita sekolah, tidaklah mudah seperti mengembalikan telapak tangan. “Namun semua itu harus dibarengi dengan usaha dan membutuhkan perjuangan, maka dari itu jangan pernah menunda untuk berbuat baik,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa untuk memperlancar proses peningkatan mutu pendidikan dengan berbagai program tersebut pihaknya tidak lupa intens melakukan komunikasi yang baik dengan semua pihak. Terutama sekali dengan guru-guru serta orang tua siswa, karena kemajuan dunia pendidikan tergantung sungguh dari peran aktif guru di sekolah dalam menga rahkan siswanya menuju masa depan.
“Yang pasti kualitas guru dapat diasah dengan memberikan motivasi dan semangat untuk maju. Sehingga guru-guru tersebut merasa dianggap dan dihargai, dan inilah modal mental utama yang dilakukan di sekolah ini.
Kekuatan cinta guru terhadap siswanya sangatlah mendalam, sehingga mutu pendidikan di SDN-39 ini bisa maju selangkah demi selangkah. Ini dibuktikan dengan sederetan prestasi yang sudah diraih.
Dan prestasi-prestasi itu tak bisa dirasakan oleh orang lain, akan tetapi prestasi sesungguhnya yakni perasaan puas karena sudah pernah berbuat. Seorang guru yang baik bukan berarti meraka harus pandai, akan tetapi bagaimana mereka dapat membuat orang lain menjadi pandai,” paparnya panjang lebar. (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.