Header Ads

Dewan Minta Dinas Perhubungan Kota Bima Tertibkan Parkir Liar

Kota Bima, Garda Asakota.-
Rupanya di wilayah Kota Bima masih terlihat sejumlah parkir yang belum memiliki identitas jelas dari Dinas Perhubungan dan Kominfo (Dishubkominfo) Kota Bima.
Di sejumlah lokasi parkir, terdapat oknum yang melakukan aksi pemungutan liar tanpa menunjukan bukti parkir resmi dari dinas terkait seperti yang terjadi di sekitar kawasan Pasar Raba Bima.
Menyikapi hal ini, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima, Nazamudin, kepada Garda Asakota Minggu (8/3), meminta kepada pihak Dinas Dishubkominfo untuk segera menertibkan sejumlah parkir liar di wilayah Kota Bima.
“Seperti saya contohkan di areal Pasar Raba Bima yang memungut parkir tanpa identitas jelas,” ujar anggota Komisi B tersebut.
Meski aksi pemungutan parkir dengan alasan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun hal itu harus dilengkapi dengan administrasi yang jelas misalnya ada bukti dan ada identitas jelas yang dikeluarkan oleh pihak terkait.
“Tidak menggunakan baju preman, supaya masyarakat yang memakir kendaraannya tidak mempertanyakan siapa mereka. Saya kira ini suatu kekeliruan yang dilakukan oleh Perhubungan, apalagi keberadaan uang dari hasil pungutan itu tidak jelas disetorkan kemana?,” cetusnya.
Nazamudin mengingatkan Dishubkominfo agar tidak menganggap sepele persoalan seperti ini. Sebab aktivitas itu, kata dia, menyangkut masalah keuangan, apalagi alasan yang disampaikan oleh mereka untuk menunjang peningkatan PAD.
“Jika ini terus terjadi dihawatirkan akan membias di tempat lain, artinya menjadi bahan perbandingan oleh petugas parkir lain. Kenapa mereka bisa kenapa kita tidak bisa,” ucapnya.
Maka dari itu, pihaknya meminta Dishubkominfo untuk menertibkan sejumlah parkir yang ada terutama sekali di Pasar Raba. “Apakah tempat parkir di Pasar Raba itu masuk dalam catatan Perhubungan atau tidak. Sebab setiap kali petugas di sana tidak terlihat menggunakan rompi dari Dinas Perhubungan seperti yang dikenakan juru parkir lain di wilayah Kota Bima.
Dan juga, apakah hasil pemungutan itu disetorkan di Perhubungan atau tidak?,” pungkasnya. (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.