Header Ads

Bupati Panen Kedelai Varietas Unggul di Atas Lahan Dua Hektar

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Mendukung Ketahanan Pangan Daerah, Kabupaten Bima melalui SKPD terkait terus menggenjot produksi komoditi kedelai. Salah satu keberhasilan di sector ini, Bupati Bima, Drs. H. Syafrudin HM. Nur, .M. Pd, Sabtu (7/3), melakukan Panen Raya Kedelai varietas unggul jenis burangrang  di lokasi Demfarm Pengembangan Klaster,
sekaligus dirangkaikan dengan acara temu lapang dengan sejumlah kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Ndano Nonu Desa Kenanga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Panen tersebut dilakukan diareal seluas 2 hektar dengan varietas burangrang.
Selain dihadiri oleh anggota Gapoktan Ndano Ndonu, acara tersebut juga dihadiri oleh dinas BPTP Propinsi NTB, Badan Kordinasi Penyuluh (Bakorluh) NTB, Bank Indonesia, pewakilan NTB, perwakilan BPSB NTB, Dispertapa Kabuparen Bima, Pimpinan SKPD terkait, Camat Bolo dan Camat Donggo. “Saya berharap panen raya kedelai kali ini dapat meningkatkan pendapatan para petani, khususnya di komiditas kedelai,” ungkap Bupati Bima.
Menurutnya, komiditas kedelai jenis burangrang ini merupakan tanaman pangan utama yang memiliki nilai kosumsi, ekonomis tinggi dan strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang erat kaitannya dengan ketahanan pangan Nasional.
Dengan adanya pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri pagan dan pakan ternak yang berbahan baku kedelai maka sebagian besar komoditi ini digunakan sebagai sumber pangan sehingga kebutuhan kedelai setiap tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Mengingat adanya kebutuhan kedelai yang cukup besar saat ini, tentunya belum bisa memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri sehingga kondisi ini mengharuskan adanya impor yang volumenya dalam setahun bisa mencapai 800 ribu ton per- tahun dari kebutuhan Nasional sebanyak 1,5 juta ton atau hanya 40 persen dari produksi kedelai Nasional. “Akibatnya nilai devisa yang dikeluarkan cukup besar. Hal tersebut akan berpengaruh dengan peluang pasar kedelai dalam memenuhi kedelai dalam negeri cukup besar,” katanya.
Saat ini lahan potensi pengembangan kedelai di wilayah Kabupaten Bima mencapai angka 30.000 hektar, namun lanjutnya untuk meningkatkaan produksi dan produktivitas hasil komoditi pertanian kedelai ini ketersediaan benih kedelai saat ini sangat menentukan keberhasilan usaha para petani kedelai itu sendiri.
Salah satu faktor kendala dalam pengem bangan kedelai diwilayah Kabupaten Bima adalah terbatasanya ketersediaan benih bermutu yang diikuti dengan harga kedelai yang tidak stabil atau cenderung murah pada saat panen, sehingga para petani tidak tertarik untuk menanam kedelai.
“Terkait itu lanjutnya pihak pemerintah telah mengambil kebijakan untuk mengamankan harga komoditi kedelai di pasaran dengan menetapkan Harga pembelian Pemerintah (HPP) secara berkala yang dilakukan dalam tiga bulan sekali,” tuturnya.
Sementara, Kadis Pertanian Kabupaten Bima, Ir. Muhamad Tayeb, menjelaskan bahwa kegiatan Panen Raya kedelai yang dilakukan pada hari itu, merupakan panen raya kedelai jenis burangrang dengan kawasan pilotprojeknya di atas lahan seluas 2 hektar yang dilakukan oleh para Gapoktan Ndano Nonu Desa Kenanga.
Sebelum melakukan penanaman jenis kedelai oleh para anggota Gapoktan, para perwakilan kelompok telah melakukan  pelatihan  yang ditangani oleh badan  penelitian kacang-kacangan Kota Bandung.
“Dengan modal yang dimiliki tersebut para petani yang ada mencoba untuk melakukan penanaman  jenis varietas burangrang. Dan Alhamdulillah dari hasil penelitian yang dilakukan dengan sistem jarak tanam 40x15 cm, kedelai kosumsi yang dihasilkan dalam 1 hektarnya bisa mencapai 21 ton lebih,” katanya.  Tayeb menambahkan, sesuai dengan harga patok pemerintah  harga kedelai kosumsi saat ini seharga Rp75 ribu sesuai Harga Eceran Tetap (HET) Pemerintah. “Dan ini harga pasaran yang berlaku ditengah-tengah masyarakat saat ini,” akunya. (GA. 888*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.