Header Ads

Atap Gedung SDN-5 dan SDN Jo Rato Sape Rusak

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Diterjang angin putting-beliung beberapa waktu lalu, atap gedung SDN-N0-5 Kecamatan Sape Kabupaten Bima, mengalami kerusakan total. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya aktivitas belajar mengajar siswa di sekolah tersebut. Kepala SDN-05 Sape, Hj. Nursani, S.Pd, mengakui bahwa terjangan angin puting beliung  sekitar pukul 17.00 Wita Jumat sore lalu,
menyebakan dua  RKB rusak total. “Akibatnya, suasana aktivitas belajar siswa terganggu,” akunya kepada Garda Asakota, Jumat (6/3).
Dirinya selaku kepala sekolah berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dapat memberikan bantuan rehap total 2 RKB yang rusak berat tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta adanya tambahan  1 RKB baru karena memang di sekolah yang dipimpinnya itu masih kekurangan 1 RKB. “Jadi, selain meminta perbaikan total dua RKB, kami juga sangat berharap dana bantuan untuk 1 RKB baru,” pintanya. 
Menurutnya, jumlah siswa di SDN-05 Sape sebanyak 187 orang yang dibagi dalam 7 kelompok belajar. “Sementara RKB yang kami miliki baru 5 unit RKB. Untuk kelas 2 ada 2 kelas, yaitu kelas 2A dan 2B.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Garda Asakota, selain SDN No-5 Sape, juga ada Sekolah Dasar Negeri (SDN) lainnya yang mengalami nasib serupa. SD itu adalah, SDN Jo Rato Desa Sari tepatnya di ujung Barat Kecamatan Sape, dimana atapnya roboh bukan karena angin puting beliung melainkan karena Kayu Kapnya sudah keropos. Akibat kerusakan tersebut siswa di sekolah tersebut terpaksa harus berdesakan dalam 1 Ruang Kelas, dimana 1 ruang kelas disulap untuk 3 rombongan belajar.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi fisik bangunan SDN JO Rato Desa Sari, yang lebih menyedihkan lagi siswa  belajar berdesak-desakan pada satu ruang kelas yang di sekat menggunakan tripleks. 
Oleh kepala sekolahnya, sekat itu menghimpun 3 rombongan belajar sekaligus agar kegiatan Belajar Mengajar tetap berjalan seperti biasa,” ungkap salah seorang wali murid, Arlan Buana. Dirinya berharap kepada Bupati Bima untuk segera memberikan bantuan dana Rehab Total untuk SDN Jo Rato.
Kepala SDN JO Rato Desa Sari, Lukman, S.Pd, didampingi pengawas TK/SD UPT Dikpora Sape, Burhanudin, S.Pd dan Abdullah H. Ajrun, S.Pd, mengakui robohnya atap sekolahnya bukan karena angin puting beliung ataupun karena  gempa.
Akan tetapi, kata dia, karena disebabkan kapnya yang keropos sehingga roboh dengan sendirinya. “Untungnya kejadian tersebut terjadi pada malam hari, kalau hal ini terjadi saat proses belajar mengajar pasti akan menelan korban,” akunya.
Sekolah yang dibangun tahun 2008 ini memiliki siswa sebanyak 48 orang dari rumah tangga  keluarga miskin, sehingga secara swadaya pihaknya merasa kesulitan untuk meminta bantuan kepada wali murid. 
Sekolah ini hanya memiliki 4 RKB, sedangkan jumlah Rombongan Belajar 6. “Kami masih mengalami kekurangan 2 RKB. Selain itu, dari 4 RKB yang dimiliki 2 RKB diantaranya Roboh sehingga yang tersisa sekarang hanya 2 RKB, yang dibagi untuk 6 Rombongan Belajar,” rincinya.    
Lukman berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bima  agar memberikan bantuan rehab total 2 RKB yang roboh dan tambahan 2 RKB yang baru. Selain itu, diharapkan adanya bantuan meubeler untuk  4 RKB.
“Diharapkan juga demi keamanan dan kenyamanan sekolah kiranya bapak Bupati dan kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima juga dapat memberikan bantuan anggaran pagar permanen sepanjang 100 meter, karena sementara ini kami menggunakan pagar kayu seadanya,” pintanya.  (GA. 333/Ono Saputra*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.