Header Ads

SMAN-I Donggo Gelar Acara Pisah Sambut Kepala Sekolah

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Sejak adanya kebijakan Bupati Bima melaksanakan mutasi dan rotasi terhadap pucuk pimpinan yang ada divdunia pendidikan akhir-akhir ini, masing-masing sekolah langsung disibukkan dengan kegiatan serah terima jabatan, baik secara adminitrasi maupun inventaris sekolah lainnya.
Seperti yang dilakukan oleh SMAN-I Donggo Kecamatan Dongggo Kabupaten Bima, Sabtu (21/2), di halaman sekolah setempat. Pada moment tersebut, Makarau S.Pd, M. Pd, mendapatkan tugas dan kepercayaan dari Bupati Bima untuk memimpin sekolah tersebut sejak dilantik pada tanggal 6 Februari lalu mengantikan, Drs. H. Nasruddin,
yang sudah memasuki masa pension. Kegiatan serah terima mandat antara Kepsek di sekolah tersebut menghadirkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bima, Tajuddin SH. M.Si, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabidmen), Drs. Amiruddin, unsur Muspika, Kepala UPTD Dikpora, para kepala sekolah dan  para dewan guru se-Kecamatan Donggo.
Kadispora Kabupaten Bima, Tajuddin, SH, M. Si, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf serta salam hormat dari Bupati Bima, Drs. H Syafruddi HM. Nur MPd, seyogiyanya bisa hadir bersama dalam acara tersebut, namun kerena saat itu masih dalam perjalan pulang dari Umroh, dan akan tiba di bandara Salahuddin Bima pada pukul 14.00 Wib. “Makanya beliau tidak sempatkan diri di tengah- tengah kita semua,” ucapnya.
Dalam mengemban tugas yang diberikan oleh pucuk pimpinan, dirinya selaku Kadisdikpora mengaku cukup sulit dan penuh tantangan, apalagi background pendidikan yang disandangnya berlatar belakang seorang Sarjana Hukum.
“ Namun amanah dan kepercayaan serta tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan bukan berarti menjadi penghalang yang menyulutkan saya menjalankan tugas saat ini. Tiada hari, tiada waktu saya terus belajar untuk memahami bagaimana seluk beluk tugas-tugas yang ada.” ujarnya.
Menurutnya, pada walnya dirasakan tugas seorang Kadispora sangatlah mudah dijalankan, apalagi berbekal pengalaman menjadi Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD). Namun semuanya berkata lain ketika dihadapkan dengan tugas yang sebenarnya.
“Saya sangat merasakan bagai mana dihadapkan dengan pengurusan dan pengaturan personal insan pendidik yang saat ini kurang lebih 14000 (empat belas ribu) terdiri dari sebanyak 5000 lebih PNS dan sisanya tenaga honorer dan sukarela,” akunya.
Seorang Kadispora tidak saja mengurus sejumlah personal yang ada, akan tetapi persoalan dunia pendidikan juga harus diperhatikan, bagaimana keadaan sekolahnya, bagaimana keadaan gurunya, bagaimana keada siswanya, bagaimana anggaranya, bagaimana dengan kurikulumnya dan sampai urusan non pendidikan juga menjadi tugas dan tanggung jawab seorang Kadispora.
“Namun semua itu bukan menjadi tantangan dan hambatan bagi saya menjalankan tugas sebagai Kadispora, Alhamdulillah sudah memasuki masa jabatan Kadispora selama satu tahu satu bulan saat ini, saya terus berguru dan mau bertanya kepada rekan-rekan kepala sekolah dan para pengawas yang ada. Sedikit-demi sedikit bisa memahami tugas dijajaran dunia pendidikan ini, saya tidak pernah malu untuk bertanya kepada seluruh perangkat dunia pendidikan yang ada. Sepanjang masukan itu bernilai positif dan bisa berpikir bersama-sama demi memajukan dunia pendidikan serta demi kemajuan anak bangsa,kenapa tidak dilakukan dan kenapa harus malu,” tuturnya.
Menurutnya, didalam dunia pendidikan ada tiga hal pokok yang harus benar-benar diperhatikan dan menjadi tantangan kedepan oleh semua pihak. Yang pertama, kata dia, dapat mempertahankan hasil pembangunan yang sudah dicapai selama ini, dan dalam hal ini bukan saja dibebankan bagi kepsek saja akan tetapi ini semua merupakan tugas dan tangung jawab semua pihak. 
Segala program yang telah dijalankan oleh oleh kepsek senior (Drs. Nasruddin red) lanjutnya dan dapat ditindaklanjuti oleh kepsek yang baru. “Untuk itu saya berharap kepada kepsek yang baru, Makarau S. Pd. M. Si, dapat berkerja dengan maksimal mejalankan segala program sekolah yang ada selama ini demi kemajuan dan terwujudnya dunia pendidikan yang ada di sekolah ini,” pesannya.
Yang kedua katanya lagi, dapat meneruskan hasi-hasil pembangunan yang sudah dicapai selama ini, kalaupun lebih banyak manfaat dari pada mudaratnya kenapa tidak diteruskan. “Lanjutkan program yang ada bila itu bermanfaat bagi kemajuan pendidikan, dan ketiga tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan siswa, karena selama ini tidak jarang munculnya persoalan kekerasan terhadap para siswa, dan tidak sedikit juga selama saya menjabat Kadispora banyak sekali laporan yang masuk terkait persoalan itu.
Untuk itu sekali lagi saya berharap kepada kepsek yang baru dapat melakukan pendekatan dengan orang tua wali murid dan siswa itu sendiri, lakukan sosialisasi lapangan, turun kelokasi rumah-rumah wali murid berikan pencerahan dan pemahaman kepada mereka, bahwa  mendidik seorang siswa bukan saja diberikan ilmu pelajaran secara teori saja, namun siswa juga harus diberikan didikan ilmu disiplin dan mental yang baik. Artinya orang tua murid juga bisa memahami ketika ada persoalan yang timbul tidak langsung berurusan dengan pihak hokum. Jadi di sekolah itu tidak ada namanya kekerasan, yang ada hanya didikan terhadap siswa itu sendiri,” jelasnya.
Sebelum mengahiri sambutannya Kadispora juga menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan oleh kepsek baru, Makarau S. Pd, M. Si. Salah satunya menyangkut Ruang Kelas Baru (RKB) yang ada disekolah setempat masih kurang dan tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada.
Kadispora mengaku akan mengupayakan mendatangkan RKB tersebut. “Dengan adanya persoalan kekurangan RKB ini, InsyaAllah dalam tahun ini kita akan usahakan 5 RKB untuk SMAN-I Donggo. Walaupun dinilai kurang dari 8 RKB yang diminta, kami usahakan secara bertahap,” tandasnya. (Hikmah Donggo*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.