Header Ads

Pilkedes Tambe Diwarnai Aksi Protes

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Acara Pemilihan Seketaris Desa (Pilkedes) Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, yang dihelat Sabtu (21/2) di kantor desa setempat, menuai aksi protes dari sejumlah calon peserta Sekdes itu sendiri. Pasalnya, dari tiga calon yang melaksanakan uji kompetensi Sekdes ada dua calon peserta yaitu, Candra Nan Arif S.Pd dan Rusdiayanto, S.Sos, yang mengajukan protes.
Pantauan langsung awak media ini di lokasi, protes oleh kedua calon berawal dari penilaian pelaksanaan uji materi Pilkedes dalam pembuatan soalnya diduga tidak professional.
Pemilihan Sekdes dilakukan dengan sistim uji materi, pelaksanaan kegiatan uji materi bagi tiga calon tersebut dimulai pukul 9.30 Wita. Ketiga calon masing-masing menduduki meja yang sudah disiapkan oleh panitia setempat, meja nomor satu ditempati oleh Rusdiayanto S.Sos, meja dengan nomor dua ditempati oleh Haerul Fitradin S.Pd dan di urutan meja nomor ke tiga ditempati oleh Candra Nan Arif S. Pd. Acara tersebut selain dihadiri oleh Kades setempat juga dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan Bolo, Kasi Pemerintahan, H. Gunawan, S.Pd, M. Pd, sejumlah anggota polsek Bolo, dan para pendukung masing-masing calon.
Awalnya pelaksanaan berjalan aman dan tertib,sampai selesai pengisian soal oleh masing-masing calon. Namun memasuki tahap pembacaan ulang soal materi ujian serta kunci jawaban secara langsung diumumkan di muka umum, suasana berubah menjadi panas.
Akibat protes yang dilayangkan oleh salah satu calon nomor urut tiga, Candra Nan Arif, S. Pd, yang menduga sejumlah soal yang dinilainya janggal seperti dalam soal struktur organisasi desa.
Di soal disebutkan ada Kaur Pembangunan, sedangkan setahu dirinya di Desa Tambe tidak ada Kaur Pembangunan, yang ada hanya Kaur Ekonomi sesuai dengan struktur desa yang menenpel di ruangan desa setempat. Disamping itu suasana kian panas ketika Candra memprotes Kades stempat, Nurdin Ajrul yang diduga mengetahui kunci jawaban dari sejumlah soal. Hal ini ketika dirinya secara langsung mendengar Kades tersebut mendahului menyebutkan kunci jawaban yang benar sementara soal yang dibacakan oleh panitia belum selesai. “Ini merupakan tanda dan isyarat bahwa dalam pelaksanaan Pilkedes hari ini penuh dengan kecurangan dari mana seorang Kades bisa langsung tahu jawaban yang benar, padahal dalam kegiatan ini bukan ranah dia, akan tetapi sudah dimandatkan sepenuhnya kepada panitia Pilkedes,” protesnya.
Akibat protes tersebut, percecokan antara panitia dan Candra selaku calon tidak bisa dielakkan lagi sehingga suasana menjadi gaduh. Ttidak terima dengan tuduhan itu Kades tersebut angkat bicara dan membantah kalau dirinya tidak merasa mengeluarkan sekata pun selama proses pembacaan soal berlangsung. 
“Saya dari tadi hanya diam dan mencatat saja tidak ada mengeluarkan kata sedikitpun,” tepis kades. Perseteruan antara kedua pihak semakin alot dan tidak ada penyelesaianya, akhirnya salah satu soal yang sempat diprotes, dinyatakan batal oleh seluruh panitia, sehingga menambah kekecewaan dari salah satu calon (Candra red).
Sebab soal tersebut menurut Candra dinilainya sudah memberikan jawaban yang benar dan kini harus dibatalkan, dan itu merugikan dirinya selaku calon. Merasa kecewa dengan keputusan itu, Candra tidak menunggu acara pembacaaan soal selesai dan langsung bergesas pulang.
Hal yang sama juga dilakukan oleh calon lainya, Rusdiayanto S,Sos, calon tersebut mempertanyakan kriteria penilaian ujian computer. Menurutnya dalam teknis penulisan maupun kosa kata yang digunakan dalam membuat laporan jua beli tanah yang di ujikan oleh panitia tersebut sudah sesuai dengan semestinya.
“Saya ingin mempertanyakan seperti apa penilaian oleh para panitia terkait persoalan itu,dan bagaimana teknis penilaian oleh panitia itu sendiri, “ tanyanya. Dengan adanya pertanyaan tersebut, panitia yang ada tidak bisa menjawab, justru mereka  (panitia, red) mengarahkan bahwa terkait uji materi computer tersebut penilaiannya dilakukan oleh Ahli Computer tanpa menyebutkan siapa yang dimaksud. “Nanti kita akan tanya ulang yang ahli computer tersebut,”  elak Ketua Panitia, Ahmad M Saleh.
Kepada wartawan, Ahmad menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya kali ini adalah puncak kegiatan pemilihan Sekdes yang diikuti oleh orang calon yang sebelumnya sudah melalui beberapa proses penjaringan.
Jumlah soal materi ujian sebanyak 35 soal dengan limit waktu 2 jam. Selain ujian tertulis, kata dia, peserta juga disodorkan dengan uji computer dengan materi cara membuat surat jual beli tanah masing-masing diberikan waktu sebanyak 25 menit.
Dipastikannya bahwa, aksi protes yang dilakukan kedua peserta tidak mempengaruhi pelaksanaan Pilkedes yang dilakukan oleh pihaknya. Pelaksanaan Pilkedes sudah melalui mekanisme yang ada dan tidak ada lagi yang dipersoalkan. “Semuanya tidak ada masalah, yang jelas dalam pelaksanaan uji materi terhadap tiga calon yang ada, hanya satu yang berhasil meraih angka tetinggi yaitu, atas nama ,Khaerul Fitriadin, S. Pd. Dialah yang berhak untuk menjadi Sekdes nantinya,” tegasnya.
Dalam pemilihan Sekdes tersebut, Khaerul Fitriadin, meraih nilai 340 dan ditambah dengan nilai uji computer 9, sehingga total nilainya 349.
Sedangkan diposisi kedua diduduki oleh Rusdianyato, S.Sos, dengan nilai 340 ditambah nilai cumputernya 8, total 38, dan posisi buncit diraih oleh Candra Nan Arif, dengan perolehan nilai 290 ditambah nilai cumputer 7, total 297. (GA. 888*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.