Header Ads

Latihan Tanggap Medis Pemkot Gandeng ICITAP

Kota Bima, Garda Asakota.-
Pemerintah Kota Bima resmi bekerja sama dengan salah satu lembaga yang bernaung dibawah Departemen Kehakiman Amerika Serikat yakni Internasional Criminal Invetigatif Training Assistance Program (ICITAP). Menindak-lanjuti kerja sama ini antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Amerika Serikat Jumat (13/2) melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan yang digelar di ruangan rapat Walikota Bima. 
Maksud Kesepakatan ini, merupakan prosedur administrasi kesepakatan antara Tim Urusan Sipil (TUS) 735 dan Tim Urusan Sipil (TUS) 722 dan Batalion Urusan Sipil (Airborne)
dan Pemkot Bima serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima tentang Latihan Pelaku Tanggap Pertama Medis Balance Iron 15-2445 dari tanggal 22 April sampai 10 Mei 2015.
Kabag Humaspro Pemkot Bima, Ihya Ghazali, S. Sos, menjelaskan bentuk kerja sama yang disepakati yakni pelatihan penanganan Medis untuk tanggap darurat di Daerah Kota Bima. Sehingga kerja sama dua Negara ini telah disepakati dan dilakukan penandatanganan MoU oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Amerika Serikat. 
Kesepakatan ini meliputi uraian tentang pelatihan, tanggal pelatihan, tanggal pelaksanaan, tujuan lokasi pelatihan, perkiraan tingkat sumberdaya manusia dan koordinasi, juga dminta dukungan.
Kesepakatan tidak dimaksudkan untuk menjadi suatu kesepakatan internasional yang mengikat antara Pemerintah Amerika dan pemerintah Indonesia. Pelatihan ini akan direncanakan pada tanggal 22 April-10- Mei-2015, dan jumlah tim yang datang dari Amerika Serikat sebanyak Enam orang.
Dalam penandatangan kesepakatan tersebut, dari Amerika Serikat telah diwakili oleh Arturo Balsa dan Mike Manville.
Sementara Pemkot Bima telah ditandatangani oleh Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin dan Kepala BPBD Kota Bima. Poin penting yang disepakati antara kedua Pemerintahan ini yakni ICITAP akan mengadakan Kegiatan Traiining Of Traiining (TOT) atau pelatihan untuk pelatih. Hal ini disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Bima.
Rencana TOT akan dilaksanakan pada Bulan April dan Mei mendatang, kegiatan ini dilakukan sebanyak dua kali. Sasarannya adalah tenaga Medis yang akan menangani tindakan darurat bencana, baik pada bencana alam maupun pada kecelakaan.  Pada poin kerja sama ini disampaikan pula tujuan utamanya adalah peningkatan kapabilitas tenaga medis.
Pada pelatihan pertama direncanakan peserta sebanyak 10 orang, dan para peserta tersebut dibutuhkan yang sudah memiliki pengalaman dalam keahlian medis.
Kedua pemerintahan ini juga membahas terkait kespakatan masalah anggaran yakni sering anggaran.
Sementara Kota Bima menyediakan fasilitas tempat latihan dan biaya serta transportasi biaya, sementara selebihnya termasuk biaya tutor dari luar negeri dibiayai semua oleh ICITAP.
Pada kegiatan itu berlangsung ICITAP juga menyediakan Ambulance sebanyak 118, artinya ambulan itu untuk kegiatan darurat Indonesia. Setelah penandatanganan semua surat yang menjadi kesepakatan antara Pemkot dengan Amerika Serikat dalam pelatihan penanganan medis ini. Walikota Bima sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Amerika Serikat yang sudah bekerja sama dengan Pemkot, juga peduli untuk peningkatan medis di wilayah Bima terutama Kota Bima. Apalagi kata Walikota Bima kerja sama ini menyangkut masalah kemanusiaan terutama dalam bidang tanggap darurat.
Sebelum mengajukan kerja sama, pada bulan Agustus 2014 lalu tim bantuan Komando Pasifik melaksanakan survey kejadian Bima. Tak hanya di Bima akan tetapi NTB, Medan, Sumatera Utara guna meningkatkan kemampuan pemerintah setempat dalam melakukan tanggap bencana seefektiv mungkin. Sehingga dalam survey tersebut telah diidentifikasi bahwa sangat kecil jumlah pelaku tanggap pertama medis di Kota Bima dan Kabupaten Bima.
Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan SH, merespon positif hadirnya kerjasama antara Pemerintah Kota Bima dengan International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP).
“Tentunya membawa angin segar. Karena kerjasama tersebut diharapkan akan membuat tenaga medis Kota Bima semakin tangguh dalam menangani korban bencana karena ada sharing antara tenaga medis dari Amerika,” tuturnya. 
Menurutnya, dengan adanya kerjasama tersebut tenaga medis dari Amerika akan memberikan ilmu dalam penanganan korban bencana. Baik itu korban banjir, gempa, gunung berapi dan lainnya. Sebaliknya, tim medis kota juga akan memberikan ilmu penanganan korban bencana yang dimiliki.
Dengan demikian kemampuan medis kedua belah pihak akan semakin baik. Karena ilmu yang didapat dipadukan.
“Apalagi ICITAP akan menurunkan beberapa tanaga ahli yang memang bergerak dibidang penanggulangan bencana,” sebutnya. (GA. 355*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.